Halaman

Kamis, 26 Juni 2014

Kemana Lagi Siswa Koboi Akan Berlabuh




Kemana Lagi Siswa Koboi Akan Berlabuh
Kemana Lagi Siswa Koboi Akan Berlabuh






surya online, surabaya - sedari awal menjadi pendidik,  mbah jo mengaku  tidak pernah memilih-milih siswa.
apapun status dan kondisi siswa itu  diterimanya dengan senang hati.
 kamus pendidikan yang dipegang mbah jo mengatakan, semua anak punya potensi dan bisa dididik menjadi orang baik.
semangat itulah diterapkan  di sma jaya sakti.
contoh yang paling terlihat, sekolah ini tidak pernah menolak siswanya yang berstatus buangan dari sekolah lain.
sekolah tempat asalnya biasa menyebut mereka ini anak-anak nakal, anak-anak bermasalah, dan sudah tidak bisa dibina lagi.
 kalangan pelajar biasa menyebut mereka koboi sekolah.
”bagi kami, esensinya mereka adalah anak indonesia yang berhak atas pendidikan.
nakal itu tidak ada ukurannya.
tergantung bagaimana kita membina mereka,” katanya.
menerima siswa buangan, bagi soedjo sama halnya memberikan harapan dan kesempatan.
toh, sudah banyak alumni sukses yang lahir dari sentuhannya.
padahal, mereka yang saat ini sukses, dulunya adalah murid buangan.
”ada murid saya yang dibuang dari sekolah negeri.
katanya nakal.
setelah dibina di sini, alhamdulillah dia bisa lulus.
dia lantas kuliah dan sekarang menyandang gelar sarjana hukum.
mendegar itu, saya bangga dan terharu.
bahagia sekali,” kenangnya.
dia tidak menampik banyak tudingan miring yang dialamatkan ke sekolahnya.
terlebih setelah mencuat berita 21 siswa sma jaya sakti terancam gagal mengikuti unas.
namun, tudingan itu tidak pernah digubrisnya.
soedjo meminta kepada para guru agar tetap fokus mengabdi dan mengajar.
menjadi guru adalah pengabdian.
terlebih guru sekolah swasta.
meski puluhan tahun mengajar, gaji guru sekolah swasta tidak akan lebih baik dari pegawai negeri.
”guru di sini hanya dibayar rp 250.
000.
kalau bukan pengabdian, lalu apa?” ujarnya.
dia masih berharap, sma jaya sakti bisa tetap hidup.
pasalnya, ada banyak sejarah di sekolah itu.
dia tidak ingin, sekolah swasta yang dulunya menjadi tumpuan harapan pemerintah malah lenyap satu persatu.
 "kalau kami tutup, lalu kemana lagi mereka (anak-anak koboi nakal) itu mendapatkan sekolah yang mau menampung," katanya lirih.
(idl)  



terkait#sekolah

berita terkait: puluhan sekolah dipaksa tutup



soedjo pertahankan sma jaya sakti agar tak ditutup


dindik surabaya beri solusi ambigu


"izin amdal dan lalin, kok seperti membangun hotel atau tempat hiburan"


gedung dipermasalahkan, sekolah ini pilih gugat ke ptun


sekolah terancam tutup tetap buka pendaftaran siswa baru






editor: titis jati permata

sumber: surya cetak






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.