surya online, batu - sepekan lagi masyarakat kota batu akan mengetahui siapa tersangka dugaan korupsi dana apbd 2011 sebesar rp 2 miliar di badan usaha milik daerah (bumd) pt batu wisata resource (bwr).
hal itu setelah kepala kejaksaan negeri (kajari), meran mengeluarkan surat perintah penyidikan (sprindik) pt bwr, rabu (25/6/2014).
sprindik itu bernomor 01/o.
5.
44/fd.
1/06/2014 tertanggal 25 juni 2014.
berdasarkan sprindik tersebut, menegaskan bahwa, telah dimulai pnyidikan kasus dugaan korupsi pada pt bwr.
meski sprindik sudah dikeluarkan, kejaksaan negeri (kejari) belum mempublikasikan tersangkanya.
"(tersangka) belum.
sepekan lagi diketahui (tersangkanya).
kami harus memintai keterangan saksi-saksi dulu," terang meran saat dihubungi melalui ponselnya, rabu (25/6/2014).
kepala seksi pidana khusus, jendra firdaus menambahkan, pihaknya akan memintai keterangan sebagai saksi tiga komisaris selasa dan rabu pekan depan.
tiga komisaris tersebut adalah, dua pengusaha atas nama edy antoro dan luki budiarti.
sedangkan satu komisaris mewakili pemerintah kota (pemkot) batu, yakni zadiem effisiensi yang juga menjabat kepala dinas pendapatan.
apabila dari keterangan saksi sudah terlihat ada bukti-bukti, serta siapa yg terindikasi korupsi, pidsus akan menangkap dan langsung menahannya.
"mudah-mudahan dari keterangan saksi, secepatnya kami akan menetapkan tersangkanya," terang jendra.
apakah keluarnya sprindik tanpa disertai publikasi tersangka? jendra menjawab, "sesuai kuhap, penyidikan adalah serangkaian penyidik untuk membuat terang suatu tindak pidana guna menemukan tersangkanya," bebernya.
seperti diketahui, dugaan korupsi di tubuh bumd tersebut disebabkan, direktur pt bwr, dwi martono arlianto meminjamkan uang kepada pihak ketiga sebesar rp 1 miliar tanpa ada perjanjian.
tindakan itu menjadi temuan bpk pada saat audit 2013 lalu.
sedangkan dana sisa rp 1 miliar dibelanjakan, tapi tidak ada aset sama sekali.
kejari kota batu sudah mengintai kasus tersebut sejak mencuat di media sekitar dua tahun lalu.
apalagi, dprd sebagai pengawas bumd ketika meminta laporan keuangan pt bwr tidak pernah dipenuhi.
hal itu membuat dprd menolak rencana pengajuan penambahan modal pt bwr.
baca juga
pemkot malang serahkan hasil kajian jembatan soehat
ppdb online, masih banyak siswa yang mendatangi sekolah
jurnalis malang raya bentuk konsorsium
kesaksian kernet bus : ada anggota marinir terkena lemparan bondet
korban perampasan dihadang tiga motor dan disabet senjata tajam
penulis: iksan fauzi
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.