| Jokowi : Tabloid Obor Rakyat Meresahkan, Perlu Diperiksa |
surya online, jakarta – beredarnya tabloid obor rakyat dinilai calon presiden joko widodo (jokowi) sangat meresahkan.
karenanya, ia pun meminta meminta badan pengawas pemilu (bawaslu) segera menindaklanjuti kampanye hitam menjelang pemilu presiden 2014 itu.
"agar kampanye hitam betul-betul dicari dan diperiksa.
itu meresahkan masyarakat seperti obor rakyat," kata jokowi di gedung bawaslu, jakarta, sabtu (7/6/2014).
tim advokasi pasangan calon presiden dan wakil presiden joko widodo dan jusuf kalla sebelumnya telah melaporkan temuan tabloid obor rakyat ke bawaslu.
anggota tim hukum jokowi-jk, sirra prayuna, mengatakan bahwa konten yang dimuat tabloid itu mengandung penistaan terhadap nama baik jokowi.
dalam tabloid tersebut disebutkan jokowi sebagai "capres boneka" dan suka ingkar janji kepada rakyat.
menurut sirra, isi tabloid itu juga melanggar undang-undang nomor 42 tahun 2008 tentang pemilu presiden dan wakil presiden, khususnya pasal 41 huruf c dan h.
pasal tersebut mengatur larangan penggunaan tempat ibadah dan lembaga pendidikan sebagai tempat kampanye.
tabloid obor rakyat dengan headline "jokowi capres boneka" tersebut beredar di lingkungan masjid-masjid dan pondok pesantren di wilayah jawa timur dan jawa barat.
tabloid tersebut bergambar jokowi tengah mencium tangan ketua umum partai demokrasi indonesia perjuangan megawati soekarnoputri di bawah judul "capres boneka".
beberapa halaman dalam tabloid itu menampilkan sisi negatif jokowi, di antaranya tulisan berjudul "capres boneka suka ingkar janji", "disandera cukong dan misionaris", "dari solo sampai jakarta de islamisasi ala jokowi", dan "cukong-cukong di belakang jokowi".
terkait#jokowi
berita terkait: pemilu 2014
hatta rajasa : saya 14 tahun blusukan ke pasar
jusuf kalla : jokowi miliki rekam jejak baik
bawaslu : keputusan jokowi bersalah atau tidak, tunggu pukul dua
mahfud md : ada bisikan ghaib dari gus dur
ini jadwal kampanye pilpres 2014
editor: titis jati permata
sumber: kompas.
com
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.