| Eagle Vs Yanitra, Duel Berdarah |
surya online, surabaya – kemenangan eagle malang atas yanitra fc 7-2 di divisi i lfa jatim v memakan korban.
pemain eagle, rizal achmad, terluka di bagian mulut hingga berdarah karena dipukul pemain yanitra, roni sulnari.
peristiwa ini terjadi di gool futsal surabaya, minggu (8/6/2014) malam.
tepatnya, di babak kedua menit ke-24, pemain yanitra, roni sulnari mencetak gol kedua untuk timnya dan mengubah skor menjadi 2-3 untuk keunggulan eagle.
selanjutnya, pemain yanitra lainnya, agus sutopo, merayakannya dengan mengambil bola yang ada di gawang eagle.
ternyata, tindakan agus dihalangi oleh pemain eagle, radwidya.
agus pun berang dan memukul radwidya.
ulah agus memancing emosi pemain eagle dan terjadilah ribut.
tanpa dinyana, kemudian roni sulnari dari yanitra memukul pemain eagle, rizal achmad, di bagian mulut.
akibat pukulan ini, mulut achmad berdarah dan di bawah bibirnya robek 2 cm.
“pertandingan ini sangat seru, namun harus dikotori dengan keributan.
mengapa kami selalu dikasari? padahal saya tidak pernah mengajari pemain saya untuk bertindak kasar terhadap tim lawan,” kata sulton achirudin, pelatih eagle, usai pertandingan.
pelatih yanitra, hadi ‘iwan’ purwanto, mengungkapkan, di laga ini ia memang menginstruksi pemainya untuk bermain keras.
“selama ini mereka bermain ngalem (manja).
makanya saya ingin mengubahnya, saya ingin mereka bermain keras,” kata iwan.
dijelaskan iwan, ia menginstruksikan pemainnya untuk liar ketika kehilangan bola.
pemain harus berupaya sekuat tenaga untuk mencuri bola.
namun, ketika sudah mendapatkan bola, justru pemain yanitra terus-terusan liar di lapangan.
“mereka liar saat kehilangan bola dan mendapatkan bola.
justru hal ini yang terlihat tidak efisien.
namun terlepas dari itu semua, saya senang karena anak-anak sudah menemukan visi dan misi bermain,” pungkas iwan.
berita terkait: divisi i lfa jatim v
barkla belum aman di puncak
kalianak teringat kejayaan buana mas
relog main dengan hati
buana mas terjungkal lagi
mahasiswa vs eagle, laga perpisahan sulton achirudin
penulis: eko darmoko
editor: heru pramono
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.