surya online, banyuwangi-pemerintah kabupaten banyuwangi meminta pengiriman beras ke luar daerah untuk sementara waktu dihentikan.
ini dilakukan untuk menekan harga beras yang mulai merangkak naik menjelang datangnya bulan puasa.
berdasarkan pantauan dinas perindustrian dan perdagangan banyuwangi di beberapa pasar kamis (26/6/2014) harga beras ir 64 yang merupakan beras kualitas sedang mencapai rp8.
320 atau naik rp160 dari hari sebelumnya.
sedangkan harga harga beras terendah mencapai rp8.
000 per kilogramg, atau naik rp 100 dibandingkan hari sebelumnya.
meski hanya naik rp 100-160 per kilogram, pemerintah kabupaten meminta agar penggilingan padi tidak mengirim beras terlebih dulu ke luar daerah karena diprediksi harga beras akan terus naik menjelang lebaran.
"beberapa memang ada yang sudah terlanjur kontrak dan harus tetap mengirimkan berasnya, namun yang belum saya harap bisa memenuhi pasar lokal terlebih dulu," kata bupati banyuwangi, abdullah azwar anas, saat meninjau kenaikan harga bahan pokok di pasar rogojampi, banyuwangi, kamis (26/6/2014).
meski beberapa harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik, anas mengatakan kondisinya lebih bagus dibandingkan tahun lalu.
menurutnya, harga-harga kebutuhan pokok masih kondusif.
namun untuk mengantisipasi kenaikan harga yang terus meningkat jelang lebaran, beberapa langkah akan dilakukan.
seperti menggelar pasar murah bagi masyarakat.
"sekitar dua minggu lagi pemkab akan gelar pasar murah," kata anas.
selain pasar murah, pemkab akan meneruskan program dari provinsi jawa timur yang memberikan subsidi bagi angkutan bahan pokok mengingat pemicu kenaikan harga karena tarif angkutan yang naik jelang lebaran.
"ini juga dimaksudkan untuk menjaga suply barang agar tetap lancar," tandas bupati.
baca juga
jika cuaca buruk, pemerintah impor beras
penulis: wahyu nurdiyanto
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.