| 10 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kredit BTN Dipanggil Ulang |
surya online, surabaya - usai menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengajuan kredit bank tabungan negara (btn) blitar, kejati jatim mendalami penyidikan kasus ini.
rencananya, penyidik akan memanggil ulang sedikitnya 10 saksi mulai pekan ini hingga minggu depan.
kasi penyidikan pidana khusus (pidsus) kejati jatim, m rohmadi menjelaskan, ada dua tersangka yang sudah ditetapkan penyidik.
mereka adalah kreditur bambang santoso, dan kepala cabang pembantu btn di kota blitar berinisial ic.
"kami masih mendalami keterlibatan dua tersangka itu, terutama ic," jelasnya kepada surya online, selasa (24/6/2014).
untuk mengungkap keterlibatan tersangka, pihaknya sudah memanggil sedikitnya 10 saksi untuk menjelaskan usaha pembuatan tenda yang menjadi salah satu jaminan, tapi bukan merupakan milik kreditor bambang santoso.
setelah itu tuntas, penyidik beralih ke pendalaman keterlibatan ic selaku kacab pembantu btn.
"kami sudah mengirim surat pemanggilan, pada saksi yang sebelumnya memberi keterangan terkait bambang.
mereka akan bersaksi terhadap ic," tegasnya.
adapun saksi-saksi yang akan dipanggil ulang itu di antaranya saksi ahli dari otoritas jasa keuangan (ojk).
ada juga saksi fakta yang dipanggil mulai pekan ini hingga pekan depan.
sedangkan tempat pemeriksaan, sebagian dilakukan di blitar dan di kejati jatim.
kasus ini bermula saat bambang santoso mengagunkan sertifikat yang sama untuk dua bank berbeda, yakni bank bni kediri dan btn blitar.
kejadiannya berlangsung pada 2013 lalu.
saat itu dia mengajukan besaran kredit rp 6,5 miliar kepada btn blitar dan disetujui direksi senilai rp 4,5 miliar.
beberapa bulan mengangsur pembayaran kredit, bambang mulai tersandung masalah.
menjelang pertengahan 2013, dia menunggak dan kejati jatim menerjunkan tim untuk mengusutnya.
penyidik mencium kejanggalan, yakni dugaan pemalsuan kegiatan usaha yang digunakan bambang sebagai kedok pengajuan kredit.
usaha yang dilampirkan kala itu adalah pembuatan tenda.
namun setelah dicek, ternyata milik orang lain.
terkait#btn
baca juga
btn priority kelola dana rp 10 triliun
mandiri dan btn tetap gelar rupslb meski akuisisi menggantung
ada kepentingan pengembang nakal dibalik penolakan akuisisi btn
menteri bumn : akuisis btn sudah lewati serangkaian kajian
ekonom sayangkan konsolidasi perbankan dibatalkan
penulis: sudharma adi
editor: titis jati permata
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.