| Wine Bali Kualitas Prancis Jamu Sosialita Surabaya |
surya online, surabaya - minuman anggur atau wine di indonesia mayoritas dipasok impor dari berbagai negara luar.
kebutuhan minuman jenis ini tak lebih sebagai bagian dari sajian gaya hidup atau lifestyle dalam pergaulan internasional.
hal itu tampak dalam pertemuan di kawi lounge hotel sheraton surabaya, yang dihadiri para sosialita.
sajian wine tampak dalam ratusan gelas berbagai bentuk.
cairan yang dituangkan digelas-gelas itupun berbeda-beda.
ada yang berwana merah, putih bening, ungu, dan merah kehitaman.
ada lima jenis yang disajikan.
yaitu moscato d'bali, ludisia, pink blossom, black velvet, dan white velvet.
mulyati gozali, seorang notaris asal jakarta, maju di antara para tamu undangan.
mulyati kemudian mengenalkan wine-wine yang disajikan, yang ternyata bukan wine import.
"melainkan wine buatan indonesia.
tepatnya bali.
diolah di indutri wine di gianyar dan diambil dari bahan buah anggur dari perkebunan petani asli singaraja," jelas mulyati yang ternyata adalah penemu wine yang diberi nama sababay winery itu.
dari perkebunan anggur di singaraja ini, dalam waktu 24 jam, dipetik buahnya kemudian dibawa ke pabrik pengolahan yang langsung disortir.
kemudian melalui 9 langkah dengan masa fermentasi selama 7 minggu, jadilan wine sababay yang diambil dari nama teluk saba ini.
hasilnya, minuman yang berasal dari buah ini berhasil menjadi pendamping sajian lifestyle indonesia.
apalagi sebagai expert atau ahlinya, mulyati menggandeng vincent desplat, pembuat anggur asal perancis yang sudah menjadi warga bali selama bertahun-tahun.
"tak hanya made in indonesia, wine ini bisa disajikan dengan menu tradisional indonesia.
seperti rendang, siomay, bebek betutu, sop buntit, sate lilit, udang bakar bumbu, semuanya bisa," lanjut mulyati yang mulai mengembangkan industri wine di bali sejak tahun 2012 lalu itu.
beberapa sosialita yang hadir tampak menikmati sajian wine made in bali ini.
salah satunya fafdila, yang mengaku wine ini secara penampilan tidak kalah dengan wine impor.
"soal rasa juga tidak beda jauh, meski ada bedanya.
tetep asyik sebagai teman ngobrol seperti sekarang ini.
ditambah dengan menu camilan dengan bahan daging ikan segar atau tofu seperti ini," komentar wanita yang sehari-hari bekerja di bidang jasa perhotelan itu.
terkait#wine bali jamu sosialita, surabaya, hotel seraton
baca juga
mantan pejabat rutan medaeng dilimpahkan ke kejari surabaya
judi di tps sampah dtc digerebek polisi
jambret apes, terjatuh dari motor dikeroyok warga
mpr minta mahasiswa jaga pancasila
satpol pp siap intensifkan patroli di sekitar kbs
penulis: sri handi lestari
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.