surya online, surabaya - desakan permintaan maaf oleh front pekerja lokalisasi (fpl) dolly-jarak ditanggapi dingin wakil wali kota surabaya whisnu sakti buana.
pasalnya, pihaknya melihat tuntutan permintaan maaf dinilai mengklaim seolah warga lokalisasi dolly-jarak setuju penutupan pada 9 juni 2014 merupakan kesalahan penafsiran dan plintiran informasi.
"kita tidak pernah merasa menyampaikan warga lokalisasi dolly-jarak setuju penutupan.
dengan demikian jika itu yang dipersoalkan fpl kita tidak akan bisa memenuhinya.
silahkan minta media yang memelintir perkataan saya untuk minta maaf, bukan saya yang meminta maaf," kata whisnu sakti buana, wakil wali kota surabaya, senin (26/5/2014).
dijelaskan whisnu, dalam beberapa kali pertemuan dengan perwakilan warga lokalisasi dolly-jarak pihaknya selalu mengatakan kalau penutupan lokalisasi bisa dilakukan pada 19 juni 2014.
penutupan tersebut bisa dilakukan asalkan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi serta pemerintah kota surabaya sudah bisa menjamin ketersediaan dana kompensasi dan dana bantuan kesejahteraan bagi penghuni dan pekerja lokalisasi.
"jika belum siap dan tidak bisa memberi jaminan selayaknya dolly- jarak ditunda penutupannya.
kalimat itu yang selalu kita ucapkan, tapi mungkin itu menjadi soal karena ada pemelintiran," ucap whisnu sakti buana.
mengenai tudingan dalam pertemuan dirinya tidak bisa menjawab berbagai pertanyaan warga, menurut whisnu sakti buana, itu dikarenakan bukan kewenanganya untuk memberikan jawaban atas pertanyaan warga.
justru pihaknya bisa disalahkan jika jawaban yang diberikan itu ternyata di luar kebijakan yang sudah ada.
"itulah yang sebenarnya terjadi.
kita sebagai wawali surabaya juga memiliki keterbatasan kewenangan dalam mengeluarkan keterangan," tutur whisnu sakti buana.
baca juga
petani pangan jawa timur beri mandat ke prabowo
jaksa bersiap ajukan kasasi ke ma
selingkuhan tetangga kuras harta hingga rp 250 juta
kuasa hukum nilai keterlibatan ketiga kliennya dipaksakan
polres gresik kenalkan anak-anak pada polisi dan pahlawan super hero
penulis: ahmad amru muiz
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.