surya online, surabaya - pemerintah harus memberikan fasilitas kepada ukm agar mampu membuat produk yang memenuhi standar, berupa kemudahaan dalam mengurus sertifikasi produk.
ketua forum daerah umkm jawa timur nurcahyudi mengakui, kalau tidak semua pelaku umkm paham dan mengerti tentang standarisasi produk.
”ini yang harus difasilitasi oleh pemerintah.
bisa berupa insentif yakni biaya murah dan kemudahan dalam pengurusan standarisasi.
juga pemerintah memberikan proteksi untuk umkm,” ujar nur kepada surya online, jumat (2/5/2014).
insentif juga bisa dilakukan, dalam hal bantuan modal namun forda ukm meminta, bantuan modal itu tidak diberikan secara gebyah uyah.
bantuan modal sebaiknya diberikan kepada ukm yang berpotensi mempunyai daya saing.
hal itu bisa memberikan stimulus kepada pelaku ukm lain untuk meningkatkan kemampuan mereka.
"bisa dari segi kemampuan sdm, pengetahuan, juga teknologi informasi serta inovasi produk.
juga pengetahuan bagaimana membuat produk yang memenuhi standar,” tegasnya.
nur tetap yakin, produk ukm di jatim mampu bersaing dan unggul di komunitas asean.
produk yang unggul adalah produk yang mengedepankan ciri khas sebuah daerah.
ia mencontohkan batik.
batik merupakan produk khas sejumlah daerah di jatim.
"pemerintah daerah setempat bisa turut membantu, antara lain dengan cara melakukan branding terhadap batik tersebut.
branding itu antara lain dengan dipakainya produk itu untuk acara resmi daerah setempat.
itu cara kecil yang bisa dilakukan, selain pembinaan tentunya,” imbuhnya.
pembinaan untuk kualitas produk ini, tidak hanya pekerjaan dinas terkait, namun juga bisa dilakukan oleh asosiasi, perguruan tinggi dan lsm.
pendampingan itu terutama untuk mewujudkan produk-produk yang bisa memenuhi standar.
ia setuju segala persiapan untuk menuju mea 2015 ini segera dilakukan.
’mumpung masih tahun depan, mulai saat ini harus bersiap,” pungkasnya.
terkait#mea, persaingan global, bisnis
baca juga
songsong mwa, elektronika siap, ukm rentan
penulis: sri wahyunik
editor: adi agus santoso
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.