Halaman

Senin, 19 Mei 2014

Tergiur Jadah si Burger Jawa




Tergiur Jadah si Burger Jawa
Tergiur Jadah si Burger Jawa







oleh : cicik tri jayantimahasiswa ilmu linguistikfakultas ilmu budaya universitas gadjah madajayantie19@gmail.
com
udara dan suhu dingin menyapa di sepanjang perjalanan.
hijaunya pepohonan turut memperelok kelokan dan tanjakan.
rumah kian menjarang.
sebaliknya, gerobak penjual ronde dan bakso nampak merapat.
saya mulai familiar dengan keadaan semacam ini sehingga timbul pertanyaan ini kaliurang atau batu malang?
menginjak semester kedua di yogyakarta, membuat saya menemukan banyak persamaan antara kota ini dengan kotaku dulu, malang.
ini bermula pada rihlah, rekreasi bersama, di suatu minggu (5/11).
acara yang diselenggarakan dpc ngaglik ini dilangsungkan di taman rekreasi kaliurang, yogyakarta.

akhir-akhir ini yogyakarta diselimuti kegerahan yang salah satu penyebabnya ialah aktivitas merapi.
oleh karenanya, ketika perjalanan mulai memasuki jalan kaliurang km 15 ke atas, suhu tubuh terasa tak biasa.
aroma kesejukan, hijau pepohonan di kanan kiri, dan kelokan serta tanjakan ringan turut menghadirkan sensasi tersendiri.
perjalanan tiga puluh lima menit dari yogyakarta mengantarkan kami pada tempat tujuan: taman rekreasi kaliurang.

sebelum memutuskan masuk di area objek wisata, saya memilih berjalan mengitari kawasan rekreasi yang kala itu dipenuhi belasan lapak makanan.
para penjual nampak menyajikan menu makanan yang hampir senada, yakni wedang ronde, nasi pecel, bubur ayam, aneka gorengan, dan bulatan pipih putih dengan varian bacemnya.
menu yang terakhir inilah yang teramat memikat hati saya.

namanya jadah.
makanan ini berbentuk lingkaran putih yang ditipiskan dengan berdiameter sekitar tujuh sentimeter.
dari kelengketan tekstur dan gurihnya, dapat diperkirakan bahwa makanan ini terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan kelapa.
sepintas tak ada beda dengan yang terdapat di malang maupun kota lainnya, tetapi pasangannya lah yang membuat makanan ini nampak memiliki kekhasan tersendiri.

kegurihan jadah dipasangkan dengan legitnya tempe dan tahu bacem membuat tangan ingin meraihnya dan mulut terus mengunyahnya, lagi dan lagi.
selain itu, toping lombok ijo juga turut menambah rasa pedas pada jadah.
konon, makanan ini merupakan makanan kesukaan sultan.
makanan ini juga disebut burger jawa karena bila dua lempeng jadah mengimpit tempe atau tahu bacem, maka diperoleh rasa, warna dan tekstur yang mengungguli burger barat.

tunggu apalagi? mari buktikan sensasi rasa burger jawa di kawasan taman wisata kaliurang, yogyakarta ini.





terkait#jadah, burger jawa

baca juga



ditinggal ambil sajadah, rp 60 juta raib


sajadah batik kini laris manis






editor: tri hatma ningsih






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.