| Talas, Umbi-Umbian Asli Indonesia Yang Bisa Disulap Jadi Sereal |
surya online, surabaya - sereal umumnya terbuat dari gandum atau jagung yang disajikan bersama susu, air atau yogurt.
harganya yang cukup mahal, membuat makanan ini kurang familier di indonesia.
namun, tiga mahasiswa fakultas teknologi pertanian jurusan teknologi pangan (ftp) universitas katolik widya mandala surabaya (ukwms), maria olivia, nisa aramita, dan ivan harianto membuat inovasi sereal baru yang lebih terjangkau.
sereal yang dibuat ketiganya bukan berbahan gandum, tetapi dari campuran talas, wortel dan tapioka.
dipilihnya talas karena mereka melihat umbi-umbian asli indonesia ini jarang diminati, terutama di kalangan remaja dan anak-anak.
"kebanyakan hanya generasi tua yang mengonsumsi talas.
itupun hanya direbus saja," kata ivan harianto, saat ditemui di laboratorium pangan kampusnya, sabtu (18/5/2014).
ide menjadikan talas dalam bentuk sereal dilakukan ivan dan teman-temannya untuk menjembatani agar makanan ini diminati semua kalangan, tak terbatas usia.
"kalau sudah dibuat sereal anak-anak pasti suka.
dan ini akan membuat program diversifikasi pangan berhasil," kata mahasiswa berkulit putih ini.
ivan memastikan serealnya ini berbeda dengan yang ada di pasaran karena tanpa bahan adiktif apapun.
sereal talas buatannya kaya akan karbohidrat laiknya nasi.
selain itu juga mengandung cukup serat serta beta karoten dan vitamin a yang terdapat dalam wortel.
"ini alami, tanpa bahan pengawet maupun tambahan gula serta tidak digoreng jadi tanpa minyak.
karena itu cocok juga untuk mereka yang diet,"katanya.
karena bentuknya yang kering membuat produk sereal ini bisa tahan hingga satu tahun asalkan dikemas yang baik.
"karena kering jadi tidak ditumbuhi bakteri dan jamur meski tanpa pengawet karena sebelum diproses kami juga merendamnya dengan garam yang itu bisa menjadi pengawet alami," terangnya.
terkait#sereal
penulis: musahadah
editor: titis jati permata
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.