Halaman

Minggu, 18 Mei 2014

Pohon dari Sterofoam Lebih Hemat




Pohon dari Sterofoam Lebih Hemat
Pohon dari Sterofoam Lebih Hemat






surya online, malang – komunitas pecinta miniatur kereta api di malang semakin kreatif.
berbekal bahan tak berguna yang ada disekitar, mereka membuat sebuah diorama pegunungan yang menarik.
menurut mereka ini adalah bagian dari seni mencintai miniatur kereta.
sabtu (17/5/2014) sore, lima remaja pria dan satu bapak tua terlihat asyik berada diantara diorama alam pegunungan yang lebarnya sekitar lima meter.
beberapa diantara mereka ada yang membersihkan diorama serta satu lagi bertugas memainkan sebuah remote controller.
pria yang memegang remote controller seukuran stik play stasion ini adalah estu edi hananto (44), penggemar berat miniatur kereta.
ia mengaku sudah sepuluh tahun mencintai dunia ini.
“senang saja, rasanya seru,” katanya.
pria yang bekerja sebagai kontraktor ini sangat paham akan jenis-jenis kereta.
ia mengatakan, jenis lokomotif kereta yang terdapat dalam diorama ini terdapat tiga jenis.
pertama, lokomotif bertipe amerika yang pengait antar gerbongnya mirip dengan kereta indonesia, lokomotif bertipe eropa, pengait gerbongnya menggunakan magnet dan terakhir lokomotif kuno yang mampu mengeluarkan uap yang juga berasal dari amerika.
tiga jenis tipe lokomotif miniatur kereta ini, katanya, sudah cukup menggambarkan perbedaan-perbedaan kereta di dunia.
“karena memang produksi kereta saat ini berawal dari amerika dan eropa,” kata estu.
di pasaran, harga masing-masing kereta diatas rp 2 juta.
harga ini tidak dianggap terlalu mahal oleh mereka.
walau begitu, ketiga kereta ini juga belum bisa berjalan bersama dalam satu rel.
alasannya, remote digital kereta yang estu pegang belum diprogam.
alasan lain, kata estu, juga rel kereta yang dialiri listrik sebesar 12 volt ini tidak dilengkapi dengan jalur tengah ditiap relnya.
ini membuat kereta-kereta listrik yang berasal dari eropa tak bisa dijalankan.
“karena kereta digital saat ini tenaganya dari rel-rel ini,” ungkap estu.
walau begitu, kata estu, bukan hal yang mudah membawa miniatur kereta-kereta seperti ini ke kota malang.
para penggemarnya selalu berburu miniatur kereta ke surabaya hingga jakarta.
tak jarang pula, berburu di internet.
mereka melakukan ini karena toko yang menjual keperluan kereta nyaris tak ada.
jika pun ada, kata estu, hanya berupa distributor di dua kota besar ini, yang harganya selalu mahal.
ia mencontohkan, komunitasnya harus menggunakan sterofoam dan aneka pernak-pernik lain yang lebih familiar yang disebut barang rongsokan, seperti lidi, plastik, ataupun serbuk kayu.
lewat sterofoam mereka berhasil membuat panorama pegunungan yang lengkap dengan pohon, daun dan rerumputannya.
“daun-daun di pohon ini berasal dari gabus yang dihaluskan,” kata estu.
estu mengatakan, diorama ini dibuat dengan durasi satu minggu.
tempat pembuatannya di garasi rumah estu, jalan bogor.
lalu, diorama itu kini dipajang di lantai 3 mx mall mulai jumat (16/5/2014) hingga minggu (18/5/2014).
disini, diorama kereta dipajang bersama miniatur alat-alat transportasi dengan skala 1:87 yang jumlahnya sangat banyak.
“selain ini menghemat, juga ada kepuasan tersendiri setelah melihatnya,” kata bapak dua anak ini.
kini masing-masing orang disini sangat puas melihatnya.
begitupun dengan orang-orang yang melihatnya, mereka juga puas dengan hasil komunitasnya merangkai dan bahkan mendatangkan pujian dari pengunjung.
tidak hanya itu saja, kehadiran komunitas yang terdiri dari 25 orang ini juga membuat beban minimnya kelengkapan miniatur kereta sedikit ringan.
paling tidak lewat komunitas inilah mereka bisa berbagi saran terkait kehidupan miniatur kereta yang peminatnya sangat sedikit.




terkait#pohon, dari, sterofoam, lebih hemat

penulis: adrianus adhi

editor: wahjoe harjanto






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.