surya online, gresik - pergerakan mahasiswa islam indonesia (pmii) cabang gresik unjuk rasa di kantor dinas pendidikan, selasa (20/5/2014) .
mereka menyuarakan beberapa tuntutan yaitu dindik harus mengevaluasi kinerja guru, lembaga pendidikan yang menghambur-hamburkan uang, dan menindak tegas oknum yang melakukan pungutan liar (pungli).
"ada 5 tuntutan, semuanya menjadi keinginan kami.
kami ingin pendidikan di kabupaten gresik ini berkualitas," kata kepala dindik kabupaten gresik nadlif dengan dikawal polisi.
menurut nadlif, pendidikan tentang kejujuran kepada siswa-siswi tidak hanya diberikan pada awal saat masuk sekolah tapi sampai akhir lulus sekolah tetap diberikan.
"jangan diawal tahun diajari tentang kejujuran tapi di akhir tahun tidak diajari kejujuran," imbuhnya.
tindakan nyata yang diingin dilakukan dindik kabupaten gresik yaitu memberantas pungutan liar tapi lagi-lagi kesulitan untuk mencari bukti dari wali murid dan guru.
karena sama-sama melindungi aksi pungli tersebut.
"kalau memang menemukan kejanggalan termasuk pungli bisa datang untuk melaporkan langsung, jangan menjadi hal yang besar seperti ini tanpa penyelesaian yang jelas," katanya.
mengenai pendidikan mahal, nadlif menjelaskan, selama ini mulai pengumuman siswa sma tentang kelulusan.
kemudian dindik mengeluarkan edaran kepada lembaga pendidikan.
surat edaran tersebut berisi tentang larangan siswa melakukan konvoi, baju seragam untuk dikumpulkan dan disumbangkan ke siswa kurang mampu.
saat perpisahan, pihak sekolah untuk memakai gedung sekolahan sendiri jangan menyewa gedung yang bisa menimbulkan iuran bagi siswa atau wali murid.
"surat edaran ke sekolah sudah saya kirimkan.
salah satu isinya yaitu tentang wisuda atau perpisahan.
biasanya wisuda itu di gedung-gedung, kemudian saya mohon kalau mengadakan perpisahan wisuda yang sederhana saja.
kalau bisa di sekolah jangan dilakukan di hotel," katanya.
sementara mengenai pemerataan pendidikan, nadlif menjelaskan, di kabupaten gresik sudah ada istilah pendidikan inklusi dimasukkan pendidikan reguler.
"sudah jelas di gresik tidak ada diskriminasi pendidikan.
bagi yang tidak sekolah ada pendidikan kejar paket, a untuk sd, paket b bagi smp dan paket c untuk sma.
semua anak-anak di gresik berpendidikan," tegas nadlif.
terkait kualitas guru dan lembaga pendidikan, nadlif menejelaskan, tingkatkan kualitas guru dan lembaga pendidikan terus menerus diperbaiki dengan ada kurikulim 2013, kegiatan ilmiah, workshop dan penataran.
"penataran itu untuk meningkatkan kualitas guru.
outputnya ada osn untuk guru itu dari smanu gresik itu ditingkat nasional, kompetensi guru itu bisa ditularkan anak-anak.
buktinya ada siswa yang ke amerika.
permasalahan-permasalahan ini dilihat dari sisi mana, positif apa negatif," pungkas nadlif.
baca juga
dua siswa smk muhammadiyah 1 kepanjen masuk tiga besar nun
pemkot surabaya lelang pengerjaan fr sisi timur
terbukti membunuh, vonis rieska tambah menjadi 18 tahun
polisi razia pelajar di jembatan suramadu
usai pengumuman unas, kedua pelajar ini malah bermesraan di kenjeran
penulis: sugiyono
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.