surya online, surabaya – di tahun 2014 ini, pendidikan di tni al terus mengalami perubahan ke arah yang lebih maju.
selain adanya taruni di akademi angkatan laut (aal) dan anggota korps wanita angkatan laut (kowal) masuk sebagai personel kri, perwira di lingkungan tni al yang bergelar master dipastikan akan bertambah.
seiring dengan proyeksi peningkatan kemampuan di bidang profesi sebagai perwira teknokrat al.
kebijakan itu diberikan kepada perwira lulusan pendidikan regular sekolah staf dan komando angkatan laut (seskoal) untuk mendapat gelar master.
“mereka yang lulus dites.
setelah lulus perwira seskoal, mereka dapat tambahan waktu enam bulan (lagi), dapat pelajaran di universitas pertahanan.
ada mou (memorandum of understanding) antara seskoal, tni al, dan universitas pertahanan,” kata laksamana tni marsetio, kepala staf angkatan laut (kasal), di sela upacara puncak peringatan hari pendidikan angkatan laut (hardikal) ke-68, di markas kobangdikal, bumimoro, senin (12/5/2014).
pati bintang empat asli surabaya ini menyebut, selama enam bulan mereka akan mendapat tambahan pelajaran.
syarat mendapat gelar master, mereka juga harus membuat disertasi dan diuji.
“ini berlaku mulai perwira seskoal angkatan 52.
sebagian besar (perwira lulusan seskoal) ingin dan lakukan tes.
materi di universitas pertahanan, mulai s-1, s-2, s-3 sesuai sistem pendidikan nasional,” lanjut kasal.
dalam kesempatan itu, kasal juga mengungkapkan bila di bulan desember 2014, juga akan tiba, tiga kapal perang baru pesanan indonesia akan dari inggris.
yaitu kri bung tomo, kri john lie, dan kri usman harun.
ketiganya adalah kapal fregat jenis multi roll light frigate (mrlf).
“paling lambat medio desember sudah hadir.
tanggal 5 oktober (2015) untuk sailing pass,” paparnya.
di tempat yang sama, mantan kasal laksamana tni (purn) bernard kent sondakh mengapresiasi atas satu dari tiga kri baru yang diberi nama kri john lie.
sebagai orang kelahiran manado, bernard kent sondakh gembira.
“itu dulu yang mengusulkan nama itu saya saat masih kasal.
saya dorong dia (john lie) menjadi pahlawan nasional, saya seminar di beberapa kampus.
john lie waktu itu berpangkat kolonel.
dulu dia memimpin penyelundupan senjata untuk pejuang.
pangkat terakhirnya bintang dua asisten operasi kapal.
dia dari marga lie,” ceritanya.
kri bung tomo, kri john lie, dan kri usman harun, masih menurut bernard kent sondakh, sebelumnya dipesan brunei darussalam.
karena dinilai terlalu besar, kapal yang dilengkapi sistem persenjataan dan elektronik canggih itu batal dipesan.
akhirnya dibeli indonesia.
baca juga
agus sengaja diincar untuk dibunuh
pansus dprd surabaya akhirnya tuntaskan raperda mihol
kejari bakal periksa kepala bpmp gresik
double track operasional, ka maharani lanjut semarang
jika sakit usai umroh segeralah ke rumah sakit
penulis: sri handi lestari
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.