| Penghargaan Dari EBA Pernah Jadi Polemik di Malasyia |
surya online, surabaya - penghargaan dari luar negeri kerap membuat orang terkagum.
tapi, polemik juga kerap menyertainya.
parameter dan mekanisme kompetisi yang kurang jelas menjadi penyebabnya.
jauh sebelum ramai dibicarakan di surabaya, penghargaan international socrates award itu ternyata pernah menjadi polemik di malaysia.
heboh di malaysia itu terjadi tahun 2013.
peristiwa itu bermula ketika sebuah media online fz.
com mempertanyakan piala dari europe business assembly (eba) yang diterima institut penelitian kehutanan malasyia atau the forest research institute malaysia/frim).
dari laman fz.
com terungkap, piala socrates award sebenarnya sudah lama berlalu.
penghargaan diterima pada 2011.
saat itu, publik negeri jiran menyambut luar biasa keberhasilan frim memenangi socrates award kategori best enterprise (perusahaan terbaik).
frim mendapat penghargaan karena dinilai memiliki keandalan, konsistensi, dan keistimewaan dalam mencapai profesionalisme dalam hal riset dan pengembangan di bidang kehutanan tropis dan produk-produk kehutanan.
kehebohan baru muncul dua tahun kemudian ketika fz.
com menurunkan laporan, yang intinya meragukan penghargaan itu.
media online malaysia itu ragu karena para penerima penghargaan ternyata diwajibkan membayar untuk mendapat penghargaan.
mereka mendapati pula, eba mengirimkan formulir pendaftaran kepada seorang rektor di sebuah universitas negeri di malaysia.
di dalam formulir pendaftaran, eba mematok harga senilai 5.
400 poundsterling untuk bisa ikut serta dalam sepaket agenda resmi untuk para penerima nominasi.
di dalam paket yang dimaksud, sudah termasuk pula tarif untuk gelar dan sertifikat, serta trofi penghargaan.
(ben)
terkait#tri rismaharini
berita terkait: liputan khusus polemik piala risma
pemkot surabaya : socrates itu sesuai undangan eba
klaim kalahkan kota di montenegro
terlihat janggal dari kategori yang tertulis di piagam
ternyata piala itu bukan socrates award
editor: titis jati permata
sumber: surya cetak
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.