surya online, surabaya - sejumlah cabang bpjs ketenagakerjaan di jatim berupaya menggenjot kepesertaan dari tenaga kerja luar kerja hubungan (tklhk), atau kelompok pekerja informal.
di cabang malang raya, misalnya, jumlah kepesertaan dari tklhk masih mencapai 2.
000-an orang.
padahal warga dari kabupaten malang, kota malang dan kota batu sangat berpotensi menjadi peserta jaminan sosial untuk tklhk.
”karena memang banyak tenaga kerja informal seperti pelaku usaha home industri di sektor kerajinan, juga petani.
2.
000-an peserta itu kebanyakan dari pelaku usaha kerajinan tangan dan petani,” ujar sri subekti, kepala cabang bpjs ketenagakerjaan malang raya, minggu (18/5/2014).
angka itu, kata sri subekti, memang masih jauh dibandingkan peserta dari kelompok pekerja formal atau tenaga kerja aktif (tka) yang jumlahnya mencapai 115 ribu orang.
sementara di sidoarjo, kepesertaan tklhk mencapai 5 ribu orang yang terdiri dari sopir taksi, pelaku usaha home industri, dan pkl.
kepesertaan tklhk di sidoarjo berpotensi besar bertambah karena di kabupaten itu umkm tumbuh subur.
bahkan bupati sidoarjo saiful illah mendeklarasikan kabupaten itu sebagai kota umkm.
"potensinya memang sangat besar, bahkan ada fenomena menarik dari warga sidoarjo.
mereka dari kalangan tklhk ini banyak bertanya tentang dana pensiun, mereka mendesak agar program ini segera diadakan.
namun kami kan juga menunggu, karena realisasi program dana pensiun baru 1 juli 2015 nanti,” ujar kepala cabang bpjs ketenagakerjaan sidoarjo heru prayitno.
tklhk itu biasanya mengikuti program jaminan hari tua (jht), jaminan kecelakaan kerja (jkk) dan jaminan kematian (jk).
mereka bisa memilih minimal dua program dari tiga program yang dikelola oleh bpjs ketenagakerjaan itu.
sekadar catatan, jumlah iuran yang dibayarkan peserta tklhk dihitung dari range upah minimum kabupaten (umk) setempat.
besarnya iuran untuk jkk adalah 1 persen dari dasar upah, jk 0,3 persen dari dasar upah, dan jht sebesar 2 persen dari dasar upah.
untuk memudahkan pembayaran, petugas menggandeng asosiasi kelompok pekerja itu.
namun ada juga tklhk yang membayar sendiri tanpa lewat asosiasi atau organisasi.
baca juga
bpjs incar pekerja informal
warga surabaya suka cincin berlian
phk terbesar di awal tahun 2014 di sapoerna
apple "berdamai" dengan google
sampoerna phk 4.
900 karyawan
penulis: sri wahyunik
editor: adi agus santoso
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.