Halaman

Jumat, 23 Mei 2014

Meski Turun Peringkat, Diabetes di Indonesia Tetap Jadi Momok









surya online, surabaya – indonesia mengalami penurunan peringkat penderita diabetes melitus (dm) di dunia.
jika pada 2010 indonesia menduduki peringat 4 jumlah penderita diabetes terbanyak, pada 2013 turun tiga peringkat menjadi posisi 7.
kendati demikian, spesialis penyakit dalam rsud dr soetomo, dr soebagjo adi sppd kemd, mengatakan diabetes masih menjadi momok di indonesia.
dengan jumlah penderita 8,6 juta lebih, indonesia berpotensi bisa kembali naik peringkat penderita dm dunia.
meski turun peringkat dunia, tidak bisa dijadikan patokan penderita berkurang.
tetap harus waspada dan menjaga gaya hidup,” kata soebagjo, kamis (22/5/2014).
soebagjo yang mendedikasikan dirinya pada penelitian dm ini menuturkan jenis dm yang banyak diderita masyarakat indonesia adalah dm tipe 2.
dm jenis ini, lanjutnya, erat kaitan dengan gaya hidup.
“gaya hidup, kaitannya dengan pola makan dan aktivitas.
jangan sampai salah pola makan membuat peringkat indonesia naik lagi,” sambungnya.
soebagjo menyarankan menyelingi asupan nasi dan menggantinya dengan bahan makanan lain yang kaya serat.
”tubuh juga harus melakukan aktivitas sehat, setidaknya joging 30 menit sudah cukup,” ujarnya.
terkait sistem kesehatan jaminan kesehatan nasional (jkn), soebagjo menerangkan pasien penderita dm di-cover.
hanya saja, pada pelaksanaanya masih sering menemui kendala teknis administrasi.
soebagjo menjelaskan banyak rumah sakit (rs) rujukan yang masih mengharuskan pasien dm pergi ke fasilitas kesehatan (faskes) pertama (puskesmas) terlebih dahulu untuk mendapat surat rujukan.
”sementara kondisi pasien tidak memungkinkan untuk pergi ke faskes pertama.
kami pikir, harus ada pengecualian dan dipayungi dalam aturan jkn terkait pasien dm, terutama yang sudah komplikasi,” jelasnya.
pun saat masa perawatan, aturan jkn mengharuskan pasien yang sudah dalam masa perawatan dikembalikan ke faskes pertama.
padahal, ungkapnya, pengobatan dm komplikasi membutuhkan jangka waktu lama.
”kami pun tidak tahu apakah di faskes pertama itu punya stok obatnya.
daripada salah langkah, kami sebagai dokter yang merawat, akan merawat pasien ini sampai sembuh,” urainya.





baca juga



dua petahana komisioner kpu kota batu tumbang


pendaftaran hingga 6 juni 2014, mekanisme tahun ini berbeda


unair banyuwangi terbuka untuk umum


terkait larangan rt/rw berpolitik, pemkot akan surati mendagri


nyaru pemulung mencuri di lokasi proyek





penulis: irwan syairwan

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.