| Mandiri dengan Konveksi |
surya online, surabaya - bergelut dengan usaha konveksi sejak usia muda membuat dinar wahyu saptian dyfrig tertambat di bisnis sandang.
pemuda yang tertarik dan sekaligus mengembangkan ilmu di bidang desain itu kini semakin mantap menjalankan usaha di bidang konveksi yang dibangunnya sendiri dengan nama frigyd clothes.
frigyd clothes mulai dibangun dinar sejak ia masih duduk di bangku kuliah tahun 2012.
tapi sebelumnya, pengalaman berkecimpung di dunia konveksi sudah lebih dulu dijalani, sejak ia masih sma.
dinar mengembangkan usaha dari nol memanfaatkan link yang sudah ia miliki sebelumnya.
secara perlahan ia mulai berinvestasi membeli peralatan mulai mesin-mesin jahit hingga alat sablon.
“kenalan, pelanggan lama masih dekat jadi mereka justru tambah senang waktu saya sudah buat usaha sendiri, awalnya kan sempat join sama teman,” ujar dinar saat ditemui di tempat usahanya yang baru di perumahan pandugo i, selasa (13/5/2014).
dinar dengan frigyd menerima pesanan dan pengerjaan beragam kebutuhan garmen.
mulai dari kaus, hem, jaket, dan kaus olahraga atau kaus tim, semua bisa dilayani.
salah satu strategi yang doterapkan dinar untuk menarik pelanggan baru adalah penawaran harga yang bisa sedikit lebih miring.
“saya ini berusaha sejak dari kecil, istilahnya saya bangun usaha ini dari uang kecil, jadi saya tetap bisa terima pesanan meski margin yang saya dapat tipis,” paparnya.
selain menerima pesanan langsung, dinar juga menarik perhatian melalui penjualan online.
ia menawarkan kaus-kaus dengan desain buatannya secara satuan penjualan.
ia juga bisa melayani pesanan kaus satuan dari desain pelanggannya sendiri dengan pola print dtg.
penjualan kaus eceran itu dilakukan juga secara online melalui kaosoblongsatuan.
com.
kini setelah dua tahun berjalan, firgyd mulai stabil.
dengan 12 karyawan yang bekerja lepas, ia bisa mengantongi omzet sekitar rp 50 juta per bulan di tahun lalu.
diperkirakan tahun ini produksi dan omzet bisa bertambah.
sejak tahun ini, dinar sudah mulai sering menerima pesanan dari instansi.
ia bahkan pernah melayani pesanan kaus dari lembaga pendidikan di singapura.
harga produksi yang ditawarkan dinar untuk kaus print dtg sekitar rp 75.
000.
untuk kaus dengan sablon bisa mulai rp 50.
000.
“kadang untuk anak-anak sma yang membuat kaus bersama saya beri potongan harga, ini untuk memancing mereka juga mulai berbisnis, tujuan lain ya tentunya biar ada repeat order,” tambahnya.
penulis: dyan rekohadi
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.