surya online, surabaya - kinerja kredit perbankan di jawa timur pada triwulan pertama 2014 relatif melambat, karena sesuai dengan harapan bank indonesia dan pemerintah.
pelambatan kredit merupakan salah satu cara yang ditempuh, agar neraca berjalan indonesia tidak defisit dan tidak memicu naiknya angka inflasi.
bi menargetkan pertumbuhan kredit nasional hanya berada di angka 15 - 18 persen.
berdasarkan paparan dari pihak bi wilayah iv jatim, jumat (16/5/2014), penyaluran kredit oleh perbankan (bank umum dan bpr) di jatim sampai dengan akhir triwulan pertama 2014 mencapai rp 311,26 triliun atau tumbuh 23,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).
namun persentase ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan di bulan februari 24,09 persen.
perlambatan kredit, terutama didorong minimnya pertumbuhan kredit konsumsi yang tumbuh tumbuh 15,16 persem (yoy) atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2013 yang mencapai 26,77 persen.
"ini searah dengan tren perbankan nasional.
namun meskipun melambat, arahnya positif karena penyaluran kredit ini terus tumbuh terutama di jenis kredit produktif," ujar kepala perwakilan bi wilayah iv jatim dwi pranoto.
perlambatan ini, utamanya terjadi pada penyaluran kredit properti dan kendaraan bermotor.
berdasarkan riset bi, tertahannya permintaan masyarakat untuk kedua jenis kredit ini sebagai respon dari penerapan kebijakan loan to value (ltv) yang dilakukan oleh bi.
"sepertinya kebijakan tentang ltv itu baru terasa sekarang," imbuhnya.
terkait#bi, kredit, bisnis
baca juga
rhoma klaim elektabilitas pencapresannya naik
jogglo dilirik pebisnis online
pkb fokus elektabilitas khofifah
mesin kapal meledak, empat nelayan luka bakar
biaya formulir harus gratis bagi siswa kurang mampu
penulis: sri wahyunik
editor: adi agus santoso
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.