Halaman

Selasa, 20 Mei 2014

Kredit Kemitraan untuk Petani Tebu









surya online, surabaya–petani tebu yang bermitra dengan pt perkebunan nusantara x akan mendapatkan kredit dari program kemitraan dan bina lingkungan (pkbl).
setidaknya rp 100 miliar, dana pkbl dari pt bank negara indonesia (persero) tbk kantor wilayah surabaya dikucurkan kepada petani tebu di jatim melalui ptpn x.
kerjasama ini merupakan kerjasama kedua kalinya antara bni dan ptpn x.
tahun lalu, bni mengucurkan pkbl untuk ptpn x sebesar rp 25 miliar dan tahun ini bertambah menjadi rp 100 miliar.
kredit lunak itu dilakukan selama dua tahun untuk musim tanam 2014/2015 dan 2015/2016 dengan bunga sebesar 6 persen per tahun.
dalam kerjasama tersebut ptpn x bertindak sebagai offtaker sekaligus menjadi avalist.
dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pengadaan sarana dan produksi, pembukaan lahan serta pembelian pupuk dan bibit.
bni tidak hanya memberikan dana namun juga melakukan pendampingan untuk meningkatkan produktifitas petani tebu.
“program ini bertujuan pertama untuk membiayai produksi mereka, namun selain itu ada dua hal lagi yang utama yakni adanya penyisihan biaya hidup dan menabung.
penyisihan biaya hidup dan menabung bisa dilakukan ketika mereka berhasil, dan itu harus didampingi.
ini kenapa, agar mereka menjadi lebih sejahtera,” ujar pemimpin corporate community responsibility bni nancy martasuta.
nancy mengaku prihatin dengan kehidupan petani di indonesia.
padahal indonesia merupakan negara penghasil pangan.
petani bisa mengembangkan usaha pertaniannya jika mereka bisa mengakses permodalan, satu di antaranya modal dari perbankan.
sayangnya, pertanian tidak banya dilirik karena kebanyakan petani tidak bisa memenuhi syarat administrasi perbankan.
“disinilah kami menggandeng ptpn x.
dan di tahun pertama kemarin, semuanya tertib dan lancar, sehingga tahun ini ditambahi lagi sampai tiga kali lipat,” imbuh nancy.
jika petani tersebut sudah lebih sejahtera dan tertib administrasi, diharapkan mereka bisa mengakses kredit lain seperti kredit usaha rakyat (kur) atau kredit ketahanan pangan dan energi (kkpe).
kredit kemitraan itu diprioritaskan kepada mereka yang belum bisa mengakses dua kredit yang disiapkan oleh pemerintah itu.





baca juga



petani tebu keluhkan hpp gula





penulis: sri wahyunik

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.