| KPPI : Pengusaha Lokal Belum Maksimalkan Penggunaan Safeguards |
surya online, surabaya - komite pengamanan produk indonesia (kppi) menyebut pengusaha indonesia, termasuk mereka yang ada di jatim, belum memaksimalkan penggunaan safeguards, atau instrumen pengamanan perdagangan dalam negeri dari pengaruh masuknya barang impor.
ketua kppi, radu m sembiring, rabu (7/5/2014) mengatakan, pengusaha indonesia mestinya mencontoh iklim industri luar negeri yang sudah memanfaatkan instrumen ini.
"di luar negeri, safeguards sudah diterapkan maksimal, sehingga industri lokal tetap selamat meski digempur impor.
kita belum maksimal penerapannya, padahal safeguards ini sudah kita sosialisasikan sejak 2003," ujar radu saat berada di surabaya.
penerapan safeguards sendiri berupa penerapan bea masuk tambahan terhadap produk impor yang dianggap mengganggu penjualan produk dalam negeri.
radu menjelaskan, besarnya bea masuk tindakan pengamanan (bmtp) ini akan sangat beragam antar produk, karena tergantung dari berapa besar yang gangguan diterima produk lokal sejenis.
yang jadi masalah, kppi bisa bergerak menerapkan bmtp setelah ada laporan dari pengusaha lokal.
"harusnya pengusaha memanfaatkan ini secara maksimal.
bmtp bisa membuat harga produk lokal bersaing dengan produk impor.
bahkan safeguards ini tetap akan berlaku di era perdagangan bebas asean," kata radu.
sejauh ini, kppi sudah memproses 37 produk impor yang dianggap mengganggu produk lokal sejenis.
terkait#pengusaha
baca juga
kadin jatim bentuk lembaga advokasi
golkar latih 100 pengusaha kecil
polres jember kumpulkan pengusaha spbu
antre bongkar, pengusaha rugi rp 10 m
pengusaha madura punya 3 lamborghini
penulis: aji bramastra
editor: titis jati permata
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.