| Kondisi Gunung Ijen Masih Fluktuatif |
surya online, banyuwangi -peningkatan aktivitas vulkanik gunung ijen yang berada di perbatasan banyuwangi-bondowoso disebabkan adanya pergerakan magma di kawah.
kondisi ini memunculkan gempa tremor, dan menyebabkan suhu air di kawah ijen meningkat dari 24 derajat celsius menjadi 48 derajat celsius.
"aktivitas meningkat mulai tanggal 1 mei hingga tanggal 5 mei.
gempa tremor juga meningkat dari dua milimeter menjadi delapan milimeter dan pada 6 mei muncul bualan besar di kawah," terang bambang heri purwanto, kepala pos pengamatan gunung api ijen, jumat (9/5/2014).
heri mengatakan, bersamaan dengan keluarnya bualan atau gelembung di air kawah, terlepas juga gas-gas beracun seperti co atau karbon monoksida.
"co itu kalau tidak ada sinar matahari tidak terurai dan membahayakan.
karena itu, rekomendasi dari pvmbg menyatakan larangan pendakian di malam hari karena ada potensi gas beracun," kata heri.
meski terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, heri menyatakan pusat vulkanologi mitigasi bencana geologi tetap menyatakan stastus ijen waspada level ii dan merekomendasikan satu kilometer dari puncak harus steril dari aktivitas manusia.
hingga jumat siang, data dari pos pengamatan gunung berapi ijen menyebutkan, amplitudo gempa tremor tercatat 6 milimeter lebih rendah dari sebelumnya yang mencapai 8 milimeter.
bualan atau gelembung-gelembung di kawah juga masih terlihat dan suhu air kawah tercatat 46 derajat celcius.
"kondisi ijen masih fluktuatif.
saat ini mungkin sedikit menurun tapi apakah akan terus turun masih belum bisa dipastikan," ucap heri
baca juga
cegah pendakian malam hari, polisi jaga pintu masuk gunung ijen
penulis: wahyu nurdiyanto
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.