| Komunitas Senioret Global d ULD Jatim Kumpulkan 150 Penjaga Pintu Air |
surya online, surabaya - sebagai bentuk silaturahmi dan penghargaan kepada para petugas penjaga pintu air di kota surabaya, komunitas senioret global d'uld (the universal line dance) jatim mengundang mereka di wahana ekowisata mangrove, wonorejo, rungkut, selasa (27/5/2014).
komunitas para penari line dance ini tidak hanya memberikan bingkisan kepada petugas penjaga pintu, tapi mereka juga menghibur dengan bernyanyi dan menari line dance bersama.
tampak di antara para pengurus dan instruktur senioret global d'uld jatim, ibu marie basofi, istri mantan gubenur jatim basofi soedirman.
marie basofi merupakan pelindung kelompok penari line dance.
sekelompok orang dengan berbaris teratur, kemudian bergerak mengikuti alunan lagunya, secara bersamaan.
dengan didampingi, lili soeryadi, sang ketua komunitas, marie basofi tampak menikmati acara yang dilakukan di ruang terbuka, hanya beratapkan tenda tersebut.
suasana guyub terlihat antara para pengurus dan instruktur komunitas bersama sekitar 150 penjaga pintu air yang dihadirkan.
di sela acara, lili soeryadi menjelaskan, bila kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan bakti sosial untuk perayaan ulang tahun komunitas yang kelima.
"kami sengaja mengundang para penjaga pintu air di sini, memberikan bingkisan, dan hiburan, sebagai bentuk silaturahmi dan rasa terima kasih kami atas tugas mereka yang bisa mengamankan kota surabaya dari banjir," jelas lili soeryadi.
sebenarnya, kegiatan sosial ini akan dilakukan dengan mengunjungi tiga titik pintu air yang ada di kota surabaya.
di antaranya di pintu air mulyosari, pintu air prapen dan pintu air jagir wonokromo.
tapi karena penjaga yang sedang bertugas hanya sedikit, maka mereka memilih untuk mengumpulkan petugas yang sedang tidak bertugas maupun yang sedang bertugas, menyempatkan diri untuk berkumpul di ekowisata mangrove wonorejo, rungkut.
"dikumpulkan begini jadi banyak dan semua dapat.
kalau kami berkunjung ke pintu air kan hanya bertemu yang bertugas," lanjut lili.
selanjutnya, para penjaga pintu air itu tidak hanya berkumpul dan mendapatkan bingkisan.
mereka juga mendapat hiburan musik dan menari.
mereka juga guyub bersama para pengurus dan ikut belajar menari line dance bersama para komunitas yang mayoritas adalah para ibu berusia diatas 50 tahun tersebut.
"saya ikut menari seperti ibu saja.
belajar, biar tidak goyang dangdut terus," komentar ridwan, salah satu penjaga pintu air.
di antara mereka tampak para ibu yang juga bagian dari warga sosialita kota surabaya itu tidak terasa risih menari bersama para penjaga pintu air.
diantaranya pengurus yang ikut serta, ada kiki moekiman sebagai sekretaris,mia muhono sebagai wakil ketua, nani tri dan endang tjarito sebagai humas dan toni sunarto sebagai pembina kelompok yang rutin latihan di gardena home stay itu.
usai acara bakti sosial, mereka mendapat kesempatan untuk menikmati suasana ekowisata mangrove wonorejo dengan naik kapal jaya samudera.
kapal ini membawa mereka menuju ke muara sungai wonorejo di laut selat madura.
di muara terdapat beberapa panggung bambu yang untuk menuju ke panggung itu harus berjalan melewati jembatan-jembatan bambu dan sesek (anyaman bambu).
melewati hutan mangrove dengan segala biota yang ada di dalamnya.
seperti monyet dan burung.
"saya belum pernah naik perahu ke sini dan ternyata di ujung surabaya ada tempat yang menarik.
apalagi untuk melewatinya menjadi tantangan tersendiri," komentar kiki moekiman.
penulis: sri handi lestari
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.