| Kapal Canggih Serba Tangguh |
surya online, surabaya - pada latihan parsial 1 koarmatim yang berlangsung mulai senin (5/5/2014) hingga rabu (7/5/2014), seluruh unsur yang terlibat melakukan aksi penyerangan sebagai bagian dari simulasi perang.
latihan perang diawali dengan pendaratan heli jenis bolco dari pusat penerbangan tni al (puspenerbal) juanda.
senin (5/5/2014) malam, saat kapal sudah berada di perairan laut jawa sisi utara kepulauan karimunjawa, jawa tengah, latihan penembakan dimulai dengan titik sasaran sebuah suar (flare) yang ditembakkan ke udara.
kemudian dari senjata yang ada di kri, ditembakkan ke sasaran flare tersebut.
kolonel laut (p) i gusti kompiang aribawa, komandan gugus tugas latihan parsial i koarmatim, menyebutkan, latihan penembakan pertama itu berupa g12 debel vectore 20 mm sebanyak 50 butir.
“dari kri sim 367 berhasil menembak flare dan hasilnya cukup baik,” kata pamen tiga melati di pundak itu.
latihan penembakan kedua dilakukan ke permukaan dengan sasaran daratan karang pulau gundul yang ada di perairan kepulauan karimunjawa.
pulau ini merupakan pulau kosong tanpa penghuni dan tidak ada biota.
penembakan dilakukan senjata meriam oto melara 76 mm dengan laju tembakan 120 putaran per menit yang terpasang di bagian depan kri.
dari 51 misil yang ditembakkan, 50 berhasil meledak, sementara satu misil mis fire atau tidak meledak.
kapten laut (p) sugeng trisnanto, kepala divisi uji kri gladi tugas tempur koarmatim, menyebutkan, missed fire itu merupakan tidak meledaknya misil saat ditembakkan oleh meriam.
“penyebabnya bisa macam-macam.
tapi tidak ada yang salah dalam prosedur, semua sudah sesuai prosedur dan harapan,” jelas pria yang sehari-hari bertugas di mako latihan (kolat) armada ri wilayah timur (armatim).
latihan penembakan ketiga dilakukan secara simulasi dengan sasaran diatas permukaan air dengan titik tembak sebuah balon udara yang mengapung di permukaan air.
pelaku penembakan adalah kri singa kri singa-651 yang berada dibawah jajaran satuan kapal cepat (satkat) koarmatim.
kapal ini memiliki kemampuan tempur anti kapal selam (aks).
kapal perang jenis fast patrol boat (fpb) itu merupakan salah satu produksi pt.
pal indonesia.
“kalau penembakan dengan rudal excorset yang disiapkan akan dilakukan saat latihan gabungan tni pada juni 2014 mendatang di perairan situbondo,” tambah dan gus tugas latihan parsial i.
sisi kecanggihan pada kri sim 367 terlihat pada komando yang ada di ruang anjungan.
selain sebagai kemudi kapal, juga sebagai pusat dari operasional persenjataan, di kapal ini sudah menggunakan sistim komputer yang saling terkoneksi.
hal ini memudahkan para awak yang bertugas di kapal.
di kri sim 367, diterangkan komandan kri sim 367 letnan kolonel laut (p) igp alit jaya, ada tiga divisi, masing-masing divisi operasi, senjata dan elektronika, mesin dan logistik.
salah satu awak kapal, serka saa (senjata atas air) suwanda iswahyudi, menyebutkan, persenjataan di kri sim 367 memang sudah modern.
“tapi tetap ada perawatan dan uji coba seperti latihan ini untuk melihat kemampuannya.
meski sekarang sedang masa damai, kami tetap harus waspada dan menjaga agar senjata siap terus bila sewaktu-waktu ada perang,” jelas serka suwanda yang bertugas sebagai operator meriam 76/20 mm.
serka suwandi didampingi serka ekl aqimat, sertu ekl pariadi dan serda saa bambang merupakan bagian dari 65 persen dari total awak kri sim 367 yang menjadi awak sejak kapal ini diambil dan mulai menjalani tugasnya sejak oktober 2008 atau hampir 6 tahun keberadaan kri sim memperkuat tni al.
suka duka sudah mereka rasakan, sebelum sebagai awak, serka saa suwandi mengaku belajar tentang meriam di italia selama beberapa bulan.
setelah itu, bersama sekitar 80 awak lainnya berangkat dengan pesawat terbang menuju ke belanda untuk membawa kapal ini ke indonesia.
“pengalaman yang tidak pernah kami bayangkan.
meski kami pangkat rendah tapi semangat pengabdian kami membuat kami bisa pergi keliling dunia,” lanjutnya.
apalagi selama perjalanan pelayaran dari belanda ke indonesia, maupun perjalanan operasi, termasuk keikutsertaan kri sim 367 dalam satuan tugas pengamanan pbb di kongo, para awak mendapatkan banyak manfaat.
“alhamdulilah, kami juga mendapatkan kesempatan untuk umroh.
saya malah dua kali saat kapal sandar di jeddah,” ungkap suami dari leli mujiani dan ayah dari rian (18) dan bagus (11) itu.
bagi yang non muslim, umumnya juga mendapat kesempatan menjalankan perjalanan ibadah, seperti yang beragama hindu, dengan perjalanan ke kuil atau sungai gangga saat sandar di india.
“yang pasti kami bangga dan siap untuk terus memberikan pengabdian kami kepada bangsa dan negara sebagai awak kapal perang ini,” tandas suwanda yang selama menjadi awak kri sim 367 telah merasakan ganti komandan sebanyak 5 kali.
penulis: sri handi lestari
editor: wahjoe harjanto
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.