Halaman

Minggu, 25 Mei 2014

Jika Dikejar Anjing Jangan Jongkok









surya online, surabaya - indonesia kini menjadi salah salah satu negara sumber penyakit, salah satunya disebabkan banyaknya impor vaksin dari luar negeri yang justru akan menimbulkan virus baru yang lebih ganas.
karena itu, kini banyak peneliti memanfaatkan mikroba isolat lokal untuk pembuatan vaksin dan kit diagnostik, seperti yang dilakukan guru besar fakultas kedokteran unair prof suwarno.
anjuran yang umum diucapkan agar berjongkok saat diserang anjing ternyata salah besar, sebab jika anjing itu menggigit di bagian tubuh atas dan ternyata anjing tersebut mengidap penyakit rabies, maka resiko kematian korban sangat tinggi.
menurut prof suwarno,  semakin dekat jarak gigitan anjing dengan otak, maka tingkat kematiannya semakin cepat.
"jadi kalau ada anjing jangan malah duduk atau jongkok.
lebih baik berdiri tegak karena kalau digigit bagian kaki resikonya lebih kecil dibandingkan di kepala atau bagian tubuh atas lainnya," ujarnya ditemui saat persiapan pengukuhan guru besar di media center unair, kamis (22/5/2014).
bertahun-tahun guru besar kelahiran tuban, 15 mei 1961 ini meneliti tentang penyakit rabies.
hasilnya, dia mampu menciptakan seed vaksin rabies yang diproduksi masal oleh pt sanbe farma dan dilaunching tahun 2014.
vaksin dengan nama paten swn-jol-007 ini berisi virus rabies strain f-63 dari tanah toraja.
"isolat dari tanah toraja memiliki sifat stabil sehingga cocok untuk rabies," kata tim komisi kesehatan hewan, kementerian pertanian itu.
jika ada anjing yang terinfeksi rabies, suwarno menyarankan untuk diberikan vaksin anti rabies dan serum anti rabies agar merangsang pembentukan antibodi.
untuk memastikan anjing terinfeksi rabies atau tidak, harus dikarantina selama dua minggu.
jika selama karantina ada gejala klinis, maka dia harus dimusnahkan.
"dengan vaksin ini, harapan saya bisa membantu pemerintah menanggulangi rabies di indonesia," kata suami alfi rahayu itu.
selain vaksin, dosen berprestasi di bidang pengabdian masyarakat unair tahun 2008 ini juga menciptakan kit diagnostik elivetua rabies yang telah banyak dimanfaatkan untuk mengevaluasi program vaksinasi rabies pada hewan di indonesia.
suwarno juga menciptakan kit diagnostik elivetua ai untuk flu burung yang telah memenangkan lomba inovasi agroindustri expo tahun 2013 dan menjadi juara iii nasional.
ada juga kit diagnostik untuk mendeteksi infeksi bronchitis, infeksi penyakit bursal, brucella dan onraw -ib varian yang membantu para peternak unggas mengidentifikasi kemiripan varian virus ib yang mewabah dengan virus varian ib yang ada di dalam kit.
suwarno juga membuat serum terapi anti neuraminidasr virus avian influenza dan anti haemagglutini virus ai yang berasal dari kuning telur.
vaksin, kit diagnostik dan serum ini telah diproduksi masal oleh unit pengujian veteriner, unair.
dan semuanya dihasilkan dari isolat lokal indonesia.
menurut suwarno, penggunaan isolat lokal bertujuan mengimbangi mutasi gen di indonesia sehingga didapatkan kesamaan genetik yang tinggi antara mikroba vaksin dan mikroba wabah.
"indonesia mendatangkan vaksin dari luar itu malah jadi masalah.
karena itu pemerintah kini melarang semua vaksin aktif masuk agar tidak menambah jumlah mikroba di indonesia," katanya.
selain memproduksi vaksin, serum dan kit diagnostik, unit pengujian veteriner unair juga bisa mengeluarkan surat keterangan sehat hewan.
seperti anjing yang ingin dikirim ke luar negeri harus dipastikan dari rabies.
dan pemiliknya harus menyertakan surat itu setelah proses pengujian di veteriner unair.
sementara untuk kit diagnostiknya, pihaknya juga telah menjual untuk masyarakat umum produk-produknya agar bisa dirasakan manfaatkan oleh masyarakat.
"saat ini kami akan jajaki lebih jauh sehingga berguna untuk manusia untuk mendeteksi rabies dan ai pada manusia," pungkasnya.




terkait#jika, dikejar, anjing, jangan, jongkok

baca juga



mesin kapal meledak, empat nelayan luka bakar


nisa menelepon jika tersesat di pulau sempu


said janjikan jatim bershalawat


tunjangan sertifikasi 'ngendon' 1,5 tahun


jangan sampai terjadi dobel anggaran





penulis: musahadah

editor: wahjoe harjanto






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.