Halaman

Kamis, 01 Mei 2014

Jangan Langsung Paksa PSK Pulang ke Rumahnya




Jangan Langsung Paksa PSK Pulang ke Rumahnya
Jangan Langsung Paksa PSK Pulang ke Rumahnya






news analysis bagong suyantososiolog universitas airlangga surabayasurya online, surabaya - semua harus dilakukan secara hati-hati.
pemerintah jangan langsung memaksa mereka pulang ke rumahnya.
karena selama ini ternyata banyak psk yang kabur dan masuk ke dunia prostitusi karena menjadi korban kekerasan yang dilakukan suaminya.
kalau mereka dipaksa pulang, bisa-bisa justru akan disakiti oleh suaminya lagi.
harus disadari juga bahwa masalah ekonomi sebenarnya bukan alasan paling utama yang mendorong para psk terjebak ke dalam prostitusi.
selain kdrt, tak sedikit dari para psk ini adalah korban dari penipuan.
mereka ini, jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan yang terjebak dalam prostitusi karena faktor ekonomi.
saya juga sependapat kalau pada akhirnya nanti, tanpa ditutup oleh pemerintah pun, lokalisasi dolly akan tutup dengan sendirinya.
selain karena perubahan zaman yang mendorong munculnya modus-modus baru prostitusi, juga karena pertumbuhan hotel-hotel dan penginapan-penginapan baru di surabaya yang ternyata banyak dipakai untuk prostitusi terselubung.
tetapi tidak mudah untuk meramalkan kapan dolly bisa tutup dengan sendirinya.
ini tergantung sikap pemerintah juga.
kalau pemerintah bisa memposisikan para psk sebagai korban, tentunya akan bisa lebih cepat dolly tutup dengan sendirinya.
masalahnya, saat ini pemerintah justru terkesan menganggap para psk terebut seolah sebagai terdakwa.
karena sudah merasa dianggap sebagai pihak yang bersalah, akhirnya para psk ini juga menjadi resisten terhadap pemerintah.
sulit untuk diajak bekerja sama.
(ben/idl)



terkait#dolly

berita terkait: liputan khusus dolly mau ditutup



sosiolog : sekedar menutup dolly, itu gampang!


pemprov jatim siapkan bantuan modal rp 1,5 miliar


soekarwo : menutup dolly itu ide bagus


paguyuban dolly tolak penutupan


rencana penutupan dolly, ujian besar risma






editor: titis jati permata

sumber: surya cetak






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.