Halaman

Senin, 12 Mei 2014

Gandeng Komunitas untuk Dongkrak Penjualan




Gandeng Komunitas untuk Dongkrak Penjualan
Gandeng Komunitas untuk Dongkrak Penjualan






surya online, malang – remaja kota malang adalah salah satu sasaran penjualan produk-produk kreatif industri clothing & distro.
mata-mata mereka tidak hanya dibuat terpukau oleh produk-produk dari luar kota, tetapi juga dari dalam kota.
minggu (11/5/2014) siang, suasana lapangan rampal, sisi sebelah timur dipenuhi pengunjung berbagai umur yang mayoritas adalah remaja.
mereka tersebar di 50 stand pakaian yang turut dalam carnival clothing & distro disana.
”saya sering membeli desain kaos distro karena bagus-bagus, enggak ada di tempat lain,” kata selfi (21), mahasiswi semester 5 di universitas negeri malang (um).
selfi mengatakan desain adalah salah satu alasan mengapa membeli pakaian di stand distro.
model yang unik-unik, menurutnya hanya bisa didapat disini.
walau demikian, ia sangat pemilih.
kualitas dari pakaian, serta harga juga menjadi pertimbangannya dalam membeli pakaian.
“pokoknya saya cari yang gue banget,” kata wanita asal kota malang ini.
dalam distro—singkatan dari distribution outlet—penampilan penjaganya juga tak beda jauh dengan pengunjung.
mereka tampil modis dengan memakai jins dan kaos.
urusan rambut, baik itu yang laki-laki ataupun perempuan juga sama.
mereka memanjangkan rambut dan diatur acak.
walau demikian, tugas penjaga distro tetaplah sama.
mereka tetap membantu seluruh pengunjung untuk memilih, atau mengambilkan t-shirt yang tergantung di setiap sudut.
produk yang lain disini adalah topi, tas, hingga sepatu perempuan bergaya gladiator.
desain dan warna dari tiap produk disini juga unik.
ada merk yang mengkhususkan diri pada desain dengan warna hitam dan gaya gotik, ada yang mengambil figur babi dalam berbagai bentuk, ada juga yang berbentuk tulisan-tulisan saja.
ketua panitia karnaval dari showcase managemen, firdaus ramadhan mengatakan sudah 10.
000 pengunjung yang masuk sejak karnaval ini dibuka pada jumat (9/5/2014) lalu.
angka ini, menurutnya sudah sangat fantastis karena hampir menyamai karnaval di kota-kota besar.
pria yang biasa disapa daus ini menjelaskan karnaval distro ini adalah kegiatan bulanan dari managemennya.
untuk malang, karnaval ini adalah kali keduanya.
karena itu ia mengamati betul perkembangan masyarakat malang dalam hal membeli pakaian.
dari sisi yang terlibat, katanya ada peningkatan dari 40 ke 50 stand tahun ini.
begitu juga dari sisi pengunjung yang meningkat hingga lebih dari 30 persen.
“antusiasmenya masyarakat disini sangat besar, dan tahun ini peningkatannya besar,” katanya, minggu (11/5/2014).
tumbuh suburnya bisnis ini juga dirasakan oleh fandy bagus tofani.
pemilik clothing dari johny bastard ini juga rela keluar dari pekerjaannya sebagai shopkeeper untuk terjun ke industri kreatif ini.
“saya baru november memulai bisnis ini, dan tanggapannya masyarakat lumayan besar,” aku fandy.
fandy mengatakan identitas dari clothing miliknya adalah desain-desain yang naughty atau nakal.
ia memilih identitas ini karena desain seperti ini belum ada di malang.
selain itu, model seperti ini juga sesuai dengan jiwanya.
“dalam dua bulan saya selalu mengeluarkan desain baru.
jumlahnya juga terbatas,” kata fandy yang memiliki toko di jalan mt haryono gang 17 no 56, kota malang ini.
hal senada juga diangkapkan m novel martak.
mahasiswa semester satu di universitas brawijaya ini membuat brand sevendoors denim, dan zyrcoo yang menyediakan produk berupa kaos, topi, sepatu dan jaket.
“saya baru dua tahun terjun ke bisnis ini,” kata novel.
kendati baru dua tahun, omzet yang ia hasilkan sangat lumayan menggiurkan.
per bulannya rata-rata rp 150 juta.
tak heran ia kini bisa membuka toko sendiri di ruko dinoyo tanah agung square (ditas), kavling 8.
  “pembeli produk kami umumnya adalah mahasiswa dan pelajar,” kata novel.
novel mengatakan meningkatnya jumlah pembeli tak bisa jauh dari semakin bertambahnya komunitas di malang.
sebelum seperti saat ini, ia sangat rajin membuat paket promosi atau menyambangi komunitas-komunitas untuk menawarkan produknya.
selain itu, ia juga membuat web sendiri untuk mendatangkan pembeli online.
cara yang lain adalah adalah terlibat dalam berbagai pameran, seperti karnaval distro di lapangan rampal.
kendati begitu, kota malang tidak hanya berisi produk-produk lokal saja.
saat ini juga banyak produk distro atau clothing luar daerah yang menawarkan produk mereka.
karena itu para pebisnis lokal dituntut kreatif untuk memasarkan produk di tanah sendiri.





penulis: adrianus adhi

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.