| Festival Penanggungan Libatkan 200 Seniman |
surya online,surabaya - dalam rangka memperingati ulang tahun ke-24 pusat pendidikan lingkungan hidup (pplh) mojokerto.
maka pihak pplh seloliman mojokerto akan menggelar festival penanggungan sebagai festival tahunan.
tahun ini, festival penanggungan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun ke-24 pplh, kamis (15/5/2014), pukul 13.
00 wib, di areal pplh.
menurut manajer operasional pplh, muhammad muzaki mengatakan, bahwa festival penanggungan ini sebagai bentuk penyadaran terhadap masyarakat agar selalu bersikap arif dan bijak dalam memperlakukan alam dan lingkungan.
"festival juga merupakan simbolik penghargaan manusia pada alam kita kembali ke filosofi "back to nature"," ujarnya, selasa (13/5/2015).
penanggungan sendiri diambil dari nama gunung penanggungan dimana lokasi pplh berada, tepatnya di lereng gunung desa seloliman kecamatan trawas kabupaten mojokerto.
festival penanggungan berbentuk performing art yang dibawakan sekitar 200 seniman dari malang, jombang, sidoarjo dan mojokerto.
penampilan 200 seniman tersebut juga didukung oleh siswa-siswi sd seloliman, sma bangsal mojokerto dan sma trawas.
mereka akan berkolaborasi dengan para seniman, menampilkan bagaimana budaya masyarakat gunung di masa lampau.
"festival penanggungan ini memang terinspirasi dari budaya masyarakat gunung.
masyarakat gunung memiliki budaya arif dan bijak dalam memperlakukan alam dan lingkungan.
inilah yang sebenarnya ingin kami sebarkan kepada masyarakat tentang pentingnya memelihara budaya asyarakat gunung," ungkap zaki.
zaki memaparkan dalam festival penanggungan para seniman terbagi 4 kelompok yang masing-masing kelompok membawa tumpeng berisikan polopendem (non beras) dan nasi.
tumpeng-tumpeng tersebut memiliki nilai filosofi bahwa sumber pangan tidak hanya berupa beras (nasi) saja, tapi banyak jenis polopendem sebagai pengganti nasi.
dalam festival juga digambarkan tentang proses jual beli di masa lampau berupa barter barang dengan barang.
''kami akan mengusulkan festival ini kepada pemerintah daerah untuk menjadi sebuah paket wisata (eko wisata) yang layak ditampilkan.
banyak nilai kebajikan terutama terhadap alam yang bisa diaplikasikan masyarakat,''tukasnya.
sebelum festival penanggungan digelar, pada hari yang sama (pagi hari), pplh menggelar workshop bertemakan ''penerapan plh (pendidikan lingkungan hidup) dalam kurikulum sekolah''.
workshop ini diikuti lebih dari 80 sekolah yang ber-adiwiyata dari pasuruan, probolinggo dan surabaya.
dari hasil workshop ini, pplh akan desakkan ke pemerintah daerah maupun pemkot terutama di mojokerto segera merealisasikan penerapan plh di sekolah.
selama ini muatan lokal plh hanya ada di sekolah ber-adiwiyata saja dan itu pun masih sebagian saja.
''di sisi yang lain, regulasi yang ada juga kurang menggiring ke arah sana.
masih banyak guru pembina kurang pendidikan lingkungan.
itu sebabnya, kami juga mengundang, diknas kabupaten, lsm, blh kabupaten datang ke workshop,''ungkapnya.
begitu workshop selesai, seluruh peserta diajak menyaksikan prosesi festival penanggungan.
menjelang sore hari, digelar prosesi ritual keliling areal pplh dengan membawa sesajen.
sebagai pamungkas, pada malam hari digelar wayang kulit.
sementara itu, direktur yayasan lingkungan hidup seloliman (ylhs) suroso menjelaskan, beragam kegiatan ulang tahun pplh ke-24 ini sekaligus untuk memperingati hari bumi yang jatuh pada 22 april 2014.
inisiator pendidikan lingkungandalam usianya yang ke-24, sudah cukup banyak yang dilakukan pplh sebagai inisiator penggerak pendidikan lingkungan hidup di jawa timur khususnya dan di indonesia umumnya, sejak tahun 1990.
keberadaan pplh mampu menginspirasi 'lahir'nya gerakan pendidikan lingkungan baik yang dilakukan melalui institusi pendidikan maupun pusat-pusat eko wisata di jawa timur.
''kami bangga dengan perjalanan 24 tahun pplh mampu berkontribusi terhadap program pendidikan lingkungan hidup.
meski demikian, kami tidak berpuas diri tetapi terus terpacu untuk melahirkan inovasi-inovasi baru lagi di bidang pengelolaan lingkungan,''tukas suroso.
bahkan beberapa program yang dilaksanakan pplh, kata suroso, sedangkan dikembangkan menjadi proyek percontohan di indonesia dan di level internasional.
program tersebut diantaranya, pplh bersama balai pengelolaan daerah aliran sungai (bp das) jawa timur mengembangkan hutan pendidikan.
''progam hutan pendidikan ini bersama-sama bp das jawa timur, kami upayakan bisa menjadi proyek nasional karena program ini baru ada satu-satunya di indonesia.
bersama bp das, baru-baru ini, kami juga melaksanakan pelatihan kader penghijauan lingkungan yang diikuti siswa-siswi smp dan sma se jawa timur,''paparnya.
kegiatan adaptasi terhadap perubahan iklim dunia (global warming) yang dilaksanakan pplh di tingkat grassroot melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (pltmh), kata suroso, akan didesiminasikan di level internasional pada oktober 2014 mendatang.
''di tingkat grassroot, kami bersama pln distribusi jawa timur sudah mengembangkan 3 pltmh yakni di mojokerto, blitar dan probolinggo.
di tingkat internasional, kami bersama nam csstc (non aligned movement centre for south south technical cooperation) akan melakukan pelatihan pada masyarakat dari negara-negara berkembang yang ada di amerika selatan, afrika, asia dan asean,''ujar suroso.
terkait#warga penanggungan, satu arah
baca juga
warga penanggungan setuju satu arah 24 jam
penulis: yoni
editor: yoni
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.