Halaman

Kamis, 01 Mei 2014

Edy Rela Gadaikan Sertifikat Rumah dan SK Kerja Demi Kaum Difabel.









surya online, pasuruan - rumah pasangan suami istri, edy tursilo wahono (51), rahma guna wati (49), di jalan nanas viii no 54-56, perum bugul permai, kota pasuruan tampak sepi, siang itu.
"biasanya ramai, kebetulan anak-anak sedang libur, jadi nggak ada aktifitas," kata edy, sambil mempersilahkan masuk,  kamis (1/5/2014).
ayah dua orang anak ini mengatakaan, sudah sekitar 3 tahun ini, rumahnya dijadikan tempat untuk berwirausaha bagi para penyandang disabilitas.
  beragam produk, mulai dari jilbab lukis, jilbab sulam, sarung bantal lukis, souvenir hajatan nikah, telur asin,  dan hiasan kaligrafi dari biji-bijian, di hasilkan  di rumah tipe 36 miliknya itu.
dikatakannya, para penyandang disabilitas yang kini jumlahnya 12 orang itu sudah dia anggap layaknya.
anak kandungnya.
edy mengatakan, para penyandang disabilitas ini, bukan ia jadikan pegawainya.
para penyandang disabilitas itu, sengaja dia beri fasilitas dan modal supaya bisa berwirausaha.
dia dan istrinya mendirikan sebuah yayasan bernamayayasan insan berkebutuhan khusus al-suaiby yang memiliki visi untuk meningkatkan kesejahteraan para penyandang disablitas.
"saya ingin membantu, membukakan usaha, bagi anak penyandang disabilitas.
sebab, setelah lulus sma lb, rata-rata mereka tidak punya pekerjaan, makani kami menampung.
bukan saya yang mempekerjakan, bukan sebagai bos.
kami berdua hanya mewadahi," ujar pria kelahiran tulung agung ini.
dikatakan edy, para penyandang disabilitas yang berada di rumahnya itu sudah menguasai beragam ketrampilan.
bekal ketrampilan itu, diperoleh pada saat di baangku sekolah.
sehingga, lanjut edy, para penyandang disabilitas ini hanya perlu difasilitasi, dan diberikan pinjaman modal.
pns yang bekerja sebagai staff teknik di balai pelaksanaan jalan nasional (bpjn) vi surabaya ini,  mengatakn untuk bantuan modal, dirinya rela berhutang, dengan jaminan sertifikat rumah dan sk kerjanya.
"modalnya kami carikan dari pinjaman bank sementara ini," ucapnya.
sebenarnya, dia bisa membuat proposal atas.
nama yayasannya untuk mencari bantuan modal.
  apalagi, yayasannya sudah mendapatkan penghargaan dari walikota pasuruan.
namun, hal itu tidak ia lakukan karena dia tidak ingin bergantung kepada orang lain.
selain bergerak dibidang wirausaha, yayasan al-suaiby juga memberikan pinjaman uang bagi penyandang disabilitas, maupun warga yang membutuhkan pinjaman.
  ia memberi nama usaha tersebut, financial engemant pasada.
"engeman itu bahasa madura, artinya pinjaman.
pasada, artinya kalau pas ada, ya dipinjami," kata edy.
financial engemant pasada, juga dikelola 12 penyandang disablitas yang tergabung dalam yayasan al-suaiby.
kini nasabahnya, sudah mencapai 160 orang, tak hanya penyandang disabilitas, namun juga para pedagang di kota dan kabupaten pasuruan.
pinjaman yang diberikan maksimal hanya rp 1,5 juta.
uniknya, nasabah atau orang yang meminjam tidak diwajibkan membayar bunga.
pasalnya, ia dan istrinya menilai bunga sama dengan riba, yang dilarang dalam agama islam.
ia menuturkan, misalnya ada yang meminjam rp 1 juta,  bisa membayarnya dengan cara diangsur sebanyak 10 kali, tanpa harus membayar bunga.
"rp.
1 juta bisa dicicil sepuluh kali, dan tidak dikenakan bunga.
peminjam, boleh memberikan uang sumbangan , tapi maksimal hanya 1,5% dari uang yang dipinjam.
tapi itu tidak wajib," jelasnya.
uang sumbangan dari para peminjam uang itu, akan dikelola lagi untuk modal usaha yayasan al-suaiby.
untuk meminjam pun sangat mudah,  cukup dengan memberikan jaminan berupa foto copy ktp asli.
edy mengaku tidak khawatir, apabila peminjam tidak mengembalikan uang yang dipinjam.
"namanya juga lillahitaalla, modalnya kepercayaan.
tapi alhamdulillah, selama ini semua membayar, meski ada beberapa yang telat mengangsurnya," pungkasnya.
edy menceritakan, meski kini usaha yang dikelola pada penyandang disabilitas ini sudah mulai berkembang, namun ia dan istrinya mengaku tidak mengambil atau mendapat keuntungan sama-sekali.
ia dan istrinya yakin, dengan menolong orang yang membutuhkan, rejeki akan datang dengan sendirinya.
semua keuntungan dibagi merata, kepada para penyandang cacat yang mengelola usaha di yayasannya.
rata-rata, para penyandang yang menjadi anggota yayasan bisa mendapat uang rp 1 juta per bulan dari hasil keuntungan.
selain diajarkan untuk berwirausaha, para penyandang disabilitas, juga selalu ia beri motivasi, agar memiliki kepercayaan diri, dan mandiri.
"saya tekankan kepada mereka agar pede, dan tidak bergantung kepada orang lain," ujarnya.
kedepan, ia dan istrinya ingin yayasannya juga bergerak dalam kegiatan belajar.
harapannya, para penyandang cacat ini, selain memiliki ketrampilan juga memiliki ilmu pengetahuan.
"kami ingin anak-anak ini menjadi orang-orang yang sukses.
bisa duduk di belakang meja, dan mengelola sebuah usaha," imbuhnya.





baca juga



21 difabelitas jadi pemantau pileg





penulis: rahadian bagus

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.