| Daging Impor Masih Beredar di Pasar Tradisional |
surya online, jakarta – peredaran daging impor masih banyak ditemui di pasar-pasar tradisional di jakarta.
seperti di wilayah jakarta utara, dimana daging impor dijual di pasar rawabadak koja, serta pasar tradisional di wilayah kali baru, sunter agung dan pademangan.
asep (47), salah satu pedagang daging di pasar tradisional rawabadak mengaku menjual daging impor dengan alasan harganya murah.
"iya lebih murah, kalau daging impor," ujarnya di pasar rawabadak, koja, jakarta utara, rabu (14/5/2014).
kepala sesi pengawasan dan pengendalian (wadal) p2k m.
mikron mengatakan distribusi daging impor hanya diperbolehkan masuk ke hotel, restoran dan rumah makan (horeka).
namun, masih saja ditemukan pedagang daging di pasar tradisional yang menjual daging impor.
ia menegaskan saat ini, pihaknya baru memberikan peringatan dan pemanggilan kepada pedagang daging yang masih menjual daging impor di pasar tradisional, sembari menunggu koordinasi selanjutnya dengan pihak dinas perikanan, peternakan dan kelautan.
"kami sudah lapor kepada dinas, jika tidak ada reaksi dan masih menjual, akan dilakukan penyitaan," ujar mikron.
ia juga mengimbau kepada warga yang ingin membeli daging di pasar tradisional, agar bisa membedakan antara daging lokal dengan daging impor.
untuk membedakannya dapat dilihat dari warna dan kemasan daging.
"jika daging lokal berwarna merah dan selalu digantung sementara daging impor dijual dengan kondisi beku, ada juga yang dicampur juga dengan daging lokal.
untuk jeroan, yang pasti diletakan di dalam kardus," jelas muhtar.
terkait#daging
baca juga
fathanah gemar koleksi jam tangan dan tas mewah
pedagang daging tewas ditusuk
aher bantah dapat dana fathanah
gubernur jabar diduga 'kecipratan' rp 450 juta
harga daging sapi naik rp 10 ribu ayam dan telor rp 2 ribu
editor: titis jati permata
sumber: kompas.
com
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.