Halaman

Jumat, 23 Mei 2014

Bupati Lamongan : Ada Sanksi, Tapi Tunggu Proses Penyelidikan Polisi




Bupati Lamongan : Ada Sanksi, Tapi Tunggu Proses Penyelidikan Polisi
Bupati Lamongan : Ada Sanksi, Tapi Tunggu Proses Penyelidikan Polisi






surya online, lamongan - bupati lamongan fadeli saat ditemui surya menyatakan, pihaknya pasti akan memberikan sanksi.
“tapi kita tunggu dulu proses penyelidikan polisi hingga ada kepastian hukum,”  tutur fadeli didampingi kabag humas dan infokom, m zamroni  rabu (21/5/2014).
fadeli juga belum memastikan bentuk sanksi yang akan berikan terhadap puluhan kepala sekolah dan guru yang terlibat praktik merusak unas jujur tersebut.
  ia hanya bicara normatif, yaitu memberikan sanksi sesuai aturan kepegawaian yang ada.
”rujukannya adalah pp 53 tentang kepegawaian,”kata fadeli.
fadeli berjanji akan bersikap jernih.
  intinya,  sanksi tetap akan dijatuhkan  jika benar ada kesalahan.
ia tidak ingin salah menjatuhkan sanksi.
”jadi kita tunggu dulu prosesnya,”kata fadeli.
sementara itu kepala dindik lamongan, agus suyanto mengaku tidak mau berandai – andai soal sanksi itu.
menurut agus soal sanksi secara kedinasan sudah ada aturan.
  ada sanksi ringan, sedang dan berat.
“semua itu wewenang bupati,” katanya.
terkait dengan proses hukum para guru, agus menandaskan, pemerintah daerah wajib membela lewat bagian hukum.
dalam kesempatan itu, agus juga memastikan, dalam skandal itu tidak ada aktor intelektual seperti yang diduga polisi.
ia dan dindik lamongan sendiri tidak pernah dilapori atau diajak koordinasi para guru dan kepala sekolah tentang gerakan itu.
“kita bukannya tidak mau tahu.
kita ini memang tidak tahu.
tidak pernah dilapori atau diajak koordinasi,” tegasnya.
(idl/ben/ufi/st36/mg1)



terkait#ujian nasional

berita terkait: mega skandal pembocor unas



jatim serahkan sanksi kebocoran unas ke bupati


siswa lamongan : soal unas lebih sulit dibanding try out


siswa berprestasi pun tergoda kunci jawaban unas


yang berhak menentukan kelulusan guru, bukan pemerintah


unas, korban sistem kejar gengsi






editor: titis jati permata

sumber: surya cetak






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.