| Bisa Pilih Gaya Bebek Surabaya, Pakai Kopi atau Gandum |
surya online, surabaya - beragam menu olahan bebek bisa dicoba di bebek menor.
mereka yang ingin mencoba bebek peking fillet dengan resep ala chinese atau western bisa mencicipi dengan harga terjangkau.
bagi yang ingin menikmati sensasi makan nasi bebek tradisional pun juga bisa.
bebek menor sengaja mempertahankan kekhahsan dan citarasa makanan nasi bebek karena pasar kuliner bebek sangat besar.
agung yang mengamati kuliner bebek surabaya memahami selera yang ada dan turut mengembangkannya.
suami ine renandita artanti ini menyebut jenis masakan bebek di surabaya bisa dikelompokkan menjadi gaya surabaya, madura, dan lamongan.
“surabaya, dengan bumbu komplit, bawang merah dan putih, laos, kunyit, jahe, tumbar, jinten, dan parutan kelapa digonso kering dicampur tepung.
juga gaya madura, parutan kelapa dan laos digonso hingga menjadi serundeng.
sementara gaya lamongan, bumbunya minus ketumbar dan jinten.
parutan kelapanya dan laos digongso tidak sampai kering, atau dibiarkan basahan”, jelas agung.
tapi pengembangan menu masakan bebek bisa dilakukan dengan banyak inovasi.
di bebek menor mereka yang ingin mencoba variasi resep bahkan bisa mencoba resep dari china, inggris, atau inggris dengan saus yang khas.
bebek goreng sambel pencit masih banyak juga peminatnya di bebek menor.
tapi yang mulai iseng banyak juga yang coba memesan resep bebek kopi atau bebek gandum.
kalau bebek kopi berupa bebek peking fillet lebih lekat dengan lumuran saus kopi khusus yang menebarkan aroma kopi, bebek gandum lebih kering dalam presentasin penyajiannya.
“bebek kopi terkesan dengan rasa yang manis dan aroma kopi, serta rasa bebeknya yang tidak hilang, kalau yang suka bumbu kari,ada juga bebek kari singapura yang karinya cukup kental dan terasa sekali,” ujar ayah dari hanna nazarea putri nurhadi dan hanna qanio fazila putri agung itu.
baca juga
bebek peking harga murah
sajikan ratusan menu bebek
berani menantang arus
keliling coba penjahit
cetak pasar fashion kasual
penulis: dyan rekohadi
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.