Halaman

Minggu, 25 Mei 2014

Aromaterapi Bukan Wangi-wangian Pengharum Ruangan




Aromaterapi Bukan Wangi-wangian Pengharum Ruangan
Aromaterapi Bukan Wangi-wangian Pengharum Ruangan






surya online, surabaya – aromaterapi bukan sekadar wangi-wangian pengharum ruangan.
bagi ummi saidah (32), aromaterapi adalah bentuk complementary medicine yang sudah akrab dengan budaya indonesia.
“sebut saja minyak kayu putih, talon, tawon, dan lainnya, itu adalah produk-produk aromaterapi asli indonesia,” kata ummi saat ditemui surya online pada acara spa spirit roadshow: beauty outside, healthy inside, di hotel ibis basuki rachmad, sabtu (24/5/2014).
ummi menuturkan ada kesalahan konsep pemaknaan aromaterapi di masyarakat.
selama ini, aromaterapi hanya dimaknai penggunaan bau-bauan untuk mengharumkan ruangan saja.
alumni sekolah aromaterapi galimard institute, prancis, ini menerangkan aromaterapi merupakan bentuk pengobatan alternatif untuk memicu saraf otak menggunakan bau-bauan tertentu.
“ketika seseorang mencium aroma minyak pala, misal, saraf otak langsung terpicu dan membuat seseorang merasa rileks.
memang minyak pala bisa digunakan untuk orang-orang yang sedang stres berat,” urainya.
ummi sudah delapan tahun mendalami aromaterapi untuk pengobatan.
selama waktu itu, lajang berjilbab ini sering masuk laboratorium untuk mencampur berbagai macam essential oil tumbuh-tumbuhan indonesia.
ummi mengungkapkan indonesia merupakan negara nomor 2 di dunia yang memiliki keragaman hayati flora terbanyak.
sayang, menurutnya, indonesia kurang menggarap potensi ini dan memilih mengekspor bahan bakunya ketimbang membuat produk jadi.
“produk-produk aromaterapi merek internasional yang dipasarkan di indonesia, mayoritas bahan bakunya dari sini juga.
kita sebenarnya bisa membuat minyak atsiri berkualitas sehingga tidak lagi mengekspor bahan baku,” ujarnya.
ummi menjelaskan dari sekitar 400 jenis tumbuhan yang berpotensi menjadi bibit aromaterapi, baru 40 jenis tumbuhan saja yang baru digarap.
“bahkan, kita mengekspor cengkeh ke luar negeri, sementara 85 persen bahan baku minyak cengkeh, kita yang menyuplai.
saya ingin kita bisa memproduksi sendiri minyak tanaman-tanaman itu,” ucapnya.





baca juga



stres kena macet di jalan? coba masker aromaterapi ini





penulis: irwan syairwan

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.