surya online, sumenep- bantuan siswa miskin (bsm) untuk siswa sekolah dasar (sd) di sejumlah sd di kecamatan talango, pulau poteran, sumenep, diduga dipungli oknum kepala sekolah.
seharusnya, tiap penerima dana bsm itu mendapatkan rp 425.
000, namun yang diberikan kepada tiap siswa penerima hanya berkisar antara rp 50.
000 hingga rp 200.
000, sedang sisanya dibuat bancaan.
dugaan pemotongan dana bsm tersebut, diduga terjadi di 6 lembaga sd yang ada di kecamatan talango, seperti sdn palas i, sdn esang ii, sdn padike ii, sdn talango ii, sdn talango iii dan kombang i.
"jumlah dana bsm yang diberikan sekolah pada penerima, nilainya bervariasi, ada yang rp 50.
000 ada yang menerima rp 200 ribu, pokoknya tergantung dana bsm yang diterima siswa tersebut," kata h misdarun (45), tokoh masyarakat asal dusun sakolaan, desa/kecamatan talango, sumenep, rabu (21/5/2014).
menurut misdarun, mencuatnya dugaan pemotongan dana bsm tersebut, ketika ada salah satu wali murid yang tidak setuju dengan pemotongan tersebut dan mengadukan kepadanya.
karena laporan pemotongan tersebut tidak sesuai aturan yang berlaku, maka pihaknya langsung mendatangi sekolah yang sedang membagikan dana bsm itu.
ternyata benar, dana bsm diberikan tidak utuh pada penerima dengan alasan akan dibagi rata pada semua siswa yang di sekolah tersebut.
padahal, dana bsm dari pemerintah, harus diterima utuh oleh penerima, yakni sebesar rp 425 ribu per siswa penerima.
namun karena yang rp 20.
000 dipergunakan siswa untuk membuka rekening, dana bsm hanya diterima siswa melalui wali muridnya sebesar rp 405 ribu.
" kalau terimanya utuh yakni rp 405 ribu atau rp 205 ribu, tapi setelah keluar maka dana tersebut diminta lagi oleh oknum guru yang menunggunya di depan pintu.
jadi uang tersebut hanya dikasihkan rp 50 ribu hingga rp 200 ribu, " bebernya.
akibat adanya dugaan pemotongan dana bsm yang cukup meresahkan wali murid, komonitas cinta pendidikan sumenep, melaporkan peristiwa tersebut pada upt pendidikan kecamatan talango dan inspektorat, agar menidak lanjuti dugaan pungli yang dilakukan kepala sekolah.
sementara upt kecamatan talango, adi, membenarkan adanya laporan dugaan pemotongan tersebut.
dan sudah melakukan pemantauan secara langsung terhadap 6 lembaga sd yang diduga melakukan pungli.
meskipun pihaknya menyayangkan laporan masyarakat yang menyatakan ada pemotongan di lembaga sd.
karena laporan tersebut dianggapnya telah mencoreng nama baik lembaga pendidikan, karena dari hasil pantauannya di lapangan, tidak ditemukan adanya pemotongan, yang ada pembagian secara merata bagi semua siswa di lembaga tersebut.
"salah kalau masyarakat melaporkan ada pemotongan dana bsm, kalau pemerataan ya karena wali murid yang tidak menerima nuntut di bagi rata.
terpaksa pihak sekolah membagi rata dana itu, tapi hal dilakukan berdasarkan kesepakatan wali murid," kata adi, upt kecamatan talango pada surya, rabu (21/5/2014).
kepala sekolah sdn ii talango.
asnawi, yang dimintai konfirmasinya mengatakan, informasi dugaan pemotongan yang disampaikan wali murid itu tidak benar.
apa yang dilakukan pihak sekolah berdasarkan kesepakatan antara wali murid dengan pihak sekolah.
" mana berani kami melakukan pemotongan, kalau membagi rata memang benar.
tapi itu kami lakukan setelah ada kesepakatan dengan semua wali murid," pungkasnya.
baca juga
wali murid protes pengalihan dana bsm
penulis: moh rivai
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.