surya online, jombang–direktur cv harta mulia sejahtera (hms) jombang hartono lepas tangan terkait masalah puluhan calon jamaah umrah yang gagal berangkat menuju tanah suci mekkah.
perusahaan membidangi bisnis multilevel di bawah naungan pt bintang permata abadi (bpa) milioner club justru menuding pihak travel, pt religi sukses jaya saksi (rsjs) jakarta sebagai lembaga yang bertanggung pemberangkatkan seluruh jamaah.
”kami sudah menyerahkan keseluruhan biaya umrah rp 1,4 miliar kepada rsjs.
jadi kami tidak ada tanggungjawab lagi,” kata hartono, di kantornya, perumahan grand palem, desa ploso geneng, kecamatan jombang jumat (14/3/2014).
menurutnya, masalah jamaah gagal berangkat ini bukan dari mojokerto dan jombang, tetapi ada juga dari daerah lain.
termasuk dari kuala lumpur, malaysia.
cv hms belakangan diketahui sebatas pengepul atau makelar pengumpulan jamaah umrah.
bisnis yang berjalan hampir enam bulan ini menjalin kemitraan dengan kbih (kelompok bimbingan ibadah haji) dan perusahaan travel umrah.
salah satunya kbih milik kh masrikhan arif di mojogeneng, kecamatan jatirejo, mojokerto.
”hms itu sebatas pengepul.
kami jalin kerjasama dengan pt rsjs sebagai pemilik travel keberangkatan umrah,” kata hartono mengaku.
jamaah yang sempat terlantar di hotel cempaka jakarta 11 hari, sejak 28 februari, menurut hms sebanyak 87 orang.
mereka dari mojokerto 71 orang, 15 orang lainnya warga jombang.
selama perjalanan umrah, mereka dikenai biaya rp 18, 5 juta per orang.
hartono menjelaskan, setelah semua biaya terkumpul, termasuk dari jamaah pimpinan kbih kh masrikhan arif, pihaknya menyerahkan kepada pt rsjs total rp 1,4 miliar.
dana tersebut sedianya digunakan biaya tiket pesawat komersial nas, penginapan hotel, konsumsi dan pembuatan visa.
sebelum bertolak ke jakarta, hartono menyatakan, jamaah sudah dibekali paspor dan persyaratan lain.
”nah kenapa sampai jamaah tidak bisa berangkat itu urusan rsjs.
kami tidak ikut campur,” bebernya.
pihak hms menduga, gagalnya keberangkatan ini karena belum terpenuhinya visa jamaah dan tiket pesawat.
ini tanggung jawab rsjs sebagai pihak yang memproses.
”mungkin ada masalah di bagian keuangannya,” paparnya.
ia mengakui, setelah para jamaah pulang ke mojokerto dan jombang karena terlantar, mereka dijanjikan kembali berangkat 22 maret.
namun hartono tidak menjamin jadwal itu bisa dipenuhi rsjs.
”katanya jika gagal lagi mereka sanggup mengembalikan biaya pada 5 april,” bebernya.
diketahui, 87 jamaah dari mojokerto dan jombang terlantar selama 10 hari di hotel cempaka.
mereka yang semestinya berangkat 28 februari harus menginap di hotel 10 hari, atas biaya sendiri.
ini karena para jamaah hanya dijanji-janjikan rsjs dan hms berangkat namun gagal hingga empa kali.
penundaan terjadi dari 5 maret, 7 maret, 9 maret dan 11 maret.
jamaah yang telantar akhirnya pulang.
sebab selain menanggung biaya penginapan hotel dan makanan, mereka tak mendapat kejelasan sampai diberangkatkan.
baca juga
jemaah terlantar sudah terlanjur syukuran dan cuti
penulis: sutono
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.