| Pemkot Surabaya Hadirkan Pakar Satwa ke KBS Secepatnya |
surya online, surabaya - pemkot surabaya berusaha secepatnya bisa menghadirkan para pakar satwa dan kebun binatang ke surabaya.
ini dikarenakan upaya melakukan perbaikan kebun binatang surabaya (kbs) sudah sangat mendesak.
wali kota surabaya tri rismaharini menguraikan dalam tahap awal ini pakar satwa dan kebun binatang dari london inggris dan singapura yang akan datang terlebih dahulu.
mereka diharapkan sudah berada di indonesia ketika pemkot menyelenggarakan seminar tentang kbs dalam waktu dekat.
"dua hari lalu kalau nggak salah pak konjen sudah kirim surat kepada mereka yang bermaksud memberikan bantuan dalam penataan dan perbaikan kbs," kata risma, kamis (13/3/2014).
mengenai target dari kedatangan para pakar satwa dan kebun binatang dalam ikut memperbaiki kbs, menurut risma, yang utama targetnya agar izin konservasi segera turun.
target lainya yakni perbaikan kondisi satwa, perbaikan kandang satwa kbs, dan perbaikan kualitas makan satwa.
"seharusnya kandang satwa jenis itu seperti apa, dan bagaimana cocoknya perbaikan yang dilakukan.
demikian dengan makanan satwa itu sebaiknya kayak apa, itu yang akan dikerjakan para pakar satwa dan kebun binatang di kbs," ucap risma.
nantinya, ungkap risma, pemkot juga akan mengundang perusahaan-perusahaan atau kelompok-kelompok pecinta satwa untuk ikut membantu berbagai perbaikan di kbs sesuai arahan dan rekomendasi para pakar.
dengan demikian apa yang telah ditargetkan dalam perbaikan kbs bisa tercapai.
memang, diakui risma, langkah perbaikan di kbs sebetulnya sudah dijalankan pemkot surabaya.
yakni dengan melakukan perbaikan sistem penyediaan kebutuhan air bersih di kbs untuk satwa.
hal ini dilakukan karena air menjadi faktor utama penunjang kehidupan satwa yang sehat.
setelah itu perbaikan akan dilakukan dengan memanfaatkan kandang-kandang yang kosong menjadi kandang baru untuk satwa koleksi kbs.
"jadi langkah perbaikan kbs terus kita lakukan sekarang ini, tapi masih sebatas yang tidak terkait konservasi karena izin konservasi belum turun," tutur risma.
googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.