Halaman

Jumat, 14 Maret 2014

Buka Kenangan Semangat Pahlawan Usman dan Harun









surya online, surabaya - nama pahlawan, sertu kko anumerta usman janatin dan kopral kko anumerta harun said, sebentar lagi terpatri sebagai nama kapal perang republik indonesia (kri).
keduanya merupakan pahlawan yang dilahirkan dari korp pasukan khusus tni angkatan laut batalyon intai amfibi yang kamis (13/3/2014) merayakan ulang tahunnya yang ke-53.
suasana sederhana tampak mewarnai upacara apel khusus perayaan ulang tahun batalyon intai amfibi atau yang biasa disingkat yontaifib marinir 1 karangpilang.
meski sederhana, acara yang digelar di lapangan mako yontaifib marinir itu tetap meriah.
para personil tampil dengan seragam sesuai trimatra yang dikuasainya.
yaitu kostum penyelam lengkap dengan tabung oksigen tapi tetap bersenjata untuk pasukan yang masuk ke air.
kostum darat, dengan pakaian doreng dan wajah bercelonteng hijau hitam, juga ada kostum dengan rumbai hijau sebagai bagian dari penyamaran.
keduanya tetap membawa senjata senapan.
kemudian kostum penerjun, berseragam doreng, dilengkapi ransel berisi parasut dan penutup kepala.
ditangannya juga tetap memegang senapan.
setelah apel yang dimulai pukul 08.
00 wib, sekitar satu jam kemudian, acara dilanjutkan dengan foto bersama.
usai foto bersama, dengan duduk lesehan, sang komandan yontaifib 1 marinir karangpilang, mayor (mar) freddy ardianzah, langsung memberi pengarahan.
suasana sangat kekeluargaan tampak karena proses pemberian pengarahan yang sangat santai.
diawali doa bersama secara agama islam, penyerahan nasi tumpeng yang sudah dipotong diserahkan dari komandan yontaifib mayor (mar) freddy kepada kopral dua ipam (intai para amfibi marinir) edi s.
personil yang akrab dipanggil singo ini baru saja mengukir prestasi juara menembak yang digelar perbakin.
"sederhana saja.
kami sendiri sudah lama tidak ada perayaan di tahun-tahun sebelumnya, makanya di tahun ini ada sedikit perayaan yang berbeda dengan tahun sebelumnya," jelas mayor (mar) freddy ketika ditanya tentang keserhanaan perayaan yang digelar.
tak soal perayaan, yontaifib yang saat awal berdiri pada 13 maret 1961, dengan nama kompi intai para amfibi (kipam), juga untuk mengenang dan menyambut rencana penggunaan nama pahlawan usman dan harun pada kapal perang ri pada april 2014 mendatang.
"keduanya merupakan bagian dari kipam yang dibentuk komandan kko al di tahun 1961.
aksi yang mereka lakukan di singapura pada saat itu kan tugasnya sama dengan kami, melakukan penyerangan secara senyap melalui udara, air, dan darat.
mereka menelusup lewat air untuk melakukan tugasnya," jelas komandan asli malang itu.
pahlawan usman dan harun bersama satu rekannya lagi gani, yang menghilang, merupakan anggota prajurit kko yang melakukan pengeboman atas perintah negara di gedung mac donald singapura di tahun 1961.
pola tugas yontaifib, sebagai korps khusus yang juga disebut korps elit marinir adalah dengan melakukan operasi senyap.
beberapa kali, personol yontaifib sejak didirikan sudah tergabung dalam berbagai satuan tugas (satgas) dan operasi ke berbagai wilayah dan persoalan.
"di antaranya yang mungkin terbaca oleh masyarakat umum adalah operasi trikora pembebasan irian barat di tahun 1963, pengambilan jenasah 7 pahlawan revolusi di lubang buaya, dan tergabung dalam tim pembebasan km sinar kudus yang disandera perompak somalia," lanjut perwira alumni akademi angkatan laut (aal) angkatan 44 tahun 1998 itu.
bagi mayor (mar) freddy, pengalaman bersama tim satgas pembebasan km sinar kudus dari perompak somalia itu adalah saat dirinya bersama tim harus membawa kantong mayat.
menurut perwira kelahiran malang, 28 agustus 1977 itu, membawa kantong mayat, merupakan indikasi bila operasi yang diberikan akan membawa korban jiwa.
dan evakuasi korban jiwa harus dilakukan dengan masing-masing kantong mayat yang dibawa.
ada ketakutan akan isi kantong mayat yang bisa saja adalah diri sendiri, rekan, sandera, atau musuh.
"bagaimanapun juga kami harus siap dalam kondisi apapun, dan tugas kami adalah menyerang," ujarnya.
selain pengalaman tergabung dalam satgas dan operasi, dengan meneladani kepahlawanan usman dan harun, para anggota yontaifib tidak hanya berprestasi di ajang itu saja.
salah satu anggota, kapten (mar) pujo setiono, komandan kompi markas yontaifib 1 marinir karangpilang, mengaku di tahun 2000, dirinya merasa bangga, karena setelah masuk sebagai anggota yontaifib bisa tampil dalam ajang olahraga penerjunan.
"saat itu saya mewakili daerah sumatera barat sebagai atlet penerjun dengan kecepatan mendarat di pon 2000, yang digelar di jatim," ungkap kapten (mar) pujo.
tak hanya itu, tergabung dalam pasukan khusus dan elite, bagi mereka yang ada hanyalah kebanggaan dan rasa tanggung jawab yang tinggi.
apalagi dalam setiap performanya, mereka harus bisa dan mampu dalam tiga matra.
yaitu air, udara, dan darat.
di udara, selain terjun dengan payung, mereka juga dilatih bisa terjun dari ketinggian pesawat atau heli untuk mendarat di kapal perang yang bergerak.
sedang untuk kemampuan amfibinya, mereka harus mampu melakukan penyusupan dan penyerangan dari bawah air.





penulis: sri handi lestari

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.