| Belajar bareng Pemulung |
oleh : nur fitriamahasiswi universitas kanjuruhan malangfitrianur46@yahoo.
co.
id
bermodalkan tekad dan niat, ibu-ibu warga kampung segaran, kendalpayak, malang meyakini belajar bisa di mana saja dan kapan saja.
bahkan di tengah gunungan sampah sekalipun.
setidaknya bagi 13 kepala keluarga warga kampung segaran, sampah adalah sumber mata pencaharian mereka.
minggu (2/3/2014) itu, 10 ibu rumah tangga dan beberapa aktivis perempuan berkumpul di rumah seorang warga.
sesekali gelak tawa meledak memenuhi ruangan.
hari itu, mereka akan belajar ilmu yang ditularkan aktivis.
perempuan pemulung itu mengaku sempat sekolah, kendati hanya lulus sekolah dasar.
ada juga yang sempat duduk di bangku smp.
namun tak sedikit yang tak bisa membaca dengan benar.
masalah ekonomi menjadi kendala mereka tak pernah mencicipi pendidikan.
kendala yang sama terjadi untuk sekolah anak-anak mereka.
tuntutan perut lebih menuntut ketimbang sekolah.
alhasil, bisa membaca bagi mereka ibarat berkah agar bisa membaca petunjuk jalan, sanggup menjawab saat anak-anak mereka bertanya, dan tak mudah dibohongi dalam menjalani hidup.
lontaran polos nurul dan eny, ibu rumah tangga di kendalpayak itu seakan mewakili suara perempuan pemulung di sana.
lewat kegiatan bina desa yang akan berlangsung beberapa bulan ini mereka berharap bisa menjadi perempuan berkualitas.
tanpa biaya mereka bisa belajar di sela-sela kesibukan memilah sampah.
googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.