Halaman

Sabtu, 08 Maret 2014

Bayi Montok Tak Identik Dengan Bayi Bertubuh Sehat




Bayi Montok Tak Identik Dengan Bayi Bertubuh Sehat
Bayi Montok Tak Identik Dengan Bayi Bertubuh Sehat






surya online, surabaya – jangan terburu bangga jika memiliki bayi bertubuh montok (chubby).
bayi chubby tidak identik dengan bayi sehat, justru malah bisa dikategorikan mengalami kelainan nutrisi berupa kelebihan nutrisi (over nutrition).
bahkan, anak yang chubby akibat kelebihan nutrisi justru cenderung berpotensi menjadi obesitas pada pertumbuhannya.
“dari obesitas, penyakit-penyakit lain, seperti kolesterol, jantung, diabetes, justru akan berdatangan,” ujar national medical affairs manager pt nutricia indonesia sejahtera (nis), dr sarah angelique saat peluncuran produk nutrilon royal pronutra+ di wagyu smith resto, grand city mall, surabaya, sabtu (8/3/2014).
belum lagi gerak motorik si anak jadi terhambat karena tak mampu menahan beban tubuhnya sendiri.
artinya, menurut sarah, konsep bayi chubby itu sehat, sudah tidak relevan lagi di zaman sekarang inimeski begitu, bukan berarti bayi sehat itu bayi yang kurus.
menurutnya, ukuran bayi sehat ideal tergantung umur, berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala.
“angka idealnya ada di puskesmas dan dokter anak.
kalau kurang atau lebih dari angka ideal, tinggal dikonsultasikan saja agar bisa dicari penyelesaiannya,” sambungnya.
sarah mengungkapkan dari dinas kesehatan 2012, jatim termasuk 10 besar provinsi di indonesia yang memiliki tingkat bayi chubby tinggi.
“kalau tidak ada penanganan khusus, jatim bisa menjadi provinsi bayi over nutrition tertinggi,” ucapnya.
informasi ini pun disosialisasikan sarah dan tim psikolog pt nis kepada para pengunjung nutrilon future fair di hall grand city.
susan aulia (27), misalnya, baru memahami jika bayi chubby bukan berarti sehat.
stigma bayi chubby adalah sehat didapatnya dari neneknya yang menyuruh warga prapen ini memberi makanan lebih banyak kepada anak pertamanya.
“(nenek saya) bilangnya, anak saya kekurusan.
tapi setelah tahu info ini lebih baik saya tanya ke ahli gizi atau dokter anak saja,” ujar susan.





googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.