Halaman

Jumat, 07 Februari 2014

UMKM Jatim Belum Siap Hadapi Perdagangan Bebas ASEAN 2015




UMKM Jatim Belum Siap Hadapi Perdagangan Bebas ASEAN 2015
UMKM Jatim Belum Siap Hadapi Perdagangan Bebas ASEAN 2015






surya online, surabaya – para pebisnis mikro, kecil, dan menengah (umkm), selama ini dianggap sebagai pahlawan ekonomi di indonesia, tidak terkecuali di jawa timur.
sepanjang tahun lalu, lebih dari separuh transaksi ekonomi jatim, berasal dari mereka.
meski demikian, kemampuan umkm jatim untuk bersaing dengan pebisnis mancanegara, masih diragukan.
hal tersebut menjadi salah satu masalah yang disimpulkan dalam rapat pimpinan provinsi kamar dagang dan industri jatim, jumat (7/2/2014).
wakil ketua kadin jatim bagian umkm, m rizal, menyebut, ada sejumlah masalah yang melatarbelakangi hal tersebut.
selain kurangnya kesadaran pelaku umkm untuk mengurus legalitas usaha dan berhubungan dengan bank, kebanyakan dari mereka tidak memikirkan pentingnya sertifikasi produk.
“lebih dari separuh pelaku umkm belum ikut sertifikasi produk.
kalau tidak dibenahi, ini bisa berbahaya buat perekonomian kita.
apalagi, sebentar lagi 2015, dimana akan diterapkan asean economic community, atau perdagangan bebas di lingkup asia tenggara,” ujar rizal.
pada 2015 nanti, perdagangan bebas di asia tenggara akan meliputi modal, tenaga kerja, dan barang.
menurut rizal, apabila produk umkm jatim belum punya sertifikasi, maka bisa terancam kehadiran produk luar.
“kalau dilihat dari jumlah penduduk, pasar di indonesia itu 40 persen dari asia tenggara.
kita sebetulnya kalau bisa menguasai dalam negeri saja sudah bagus.
tapi, kalau produk kita belum ada sertifikasi, sulit bersaing dengan produk luar,” ungkap rizal.



terkait    #umkm

baca juga



umkm, fokus kadin jatim di rapimprov 2014





penulis: aji bramastra

editor: titis jati permata






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.