Halaman

Sabtu, 22 Februari 2014

Tubuh dan Kepala Tukang Pijat Terpisah 25 Kilometer




Tubuh dan Kepala Tukang Pijat Terpisah 25 Kilometer
Tubuh dan Kepala Tukang Pijat Terpisah 25 Kilometer






surya online, madiun - kematian, mbok mirah (71) warga rt 09, rw 03, desa klagen serut, kecamatan jiwan, kabupaten madiun benar-benar mengenaskan.
tubuh korban yang tewas akibat tertabrak kereta api (ka) itu terpisah dengan jarak sekitar 25 kilometer.

ini menyusul tubuh korban ditemukan di perlintasan ka desa klagen serut, kecamatan jiwan, kabupaten madiun sedangkan kepala korban ditemukan di perlintasan ka sekitar stasiun caruban, kecamatan mejayan, kabupaten madiun.

kendati demikian, sampai saat ini polisi masih belum mengetahui motif korban mengakhiri hidupnya dengan cara tragis itu.

kapolsek jiwan, akp setiyono mengatakan kasus tewasnya korban diketahui dari laporan warga setempat.
sedangkan petugs polsek langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi dan melaksanakan olah tempat kejadian perkara (tkp).

"namun kami belum mengetahui secara pasti motif korban nekat mengakhiri hidup dengan cara tragis itu.
kami masih menyelidikinya.
yang jelas sebelum korban meninggal karena diduga tertabrak ka, korban mondar mandir di perlintasan ka," terangnya kepada surya online, sabtu (22/2/2014).

selain itu, kapolsek mengungkapkan jika saat dilakukan olah tkp, hanya ditemukan tubuh korban.
sedangkan kepala korban terputus dan ditemukan di sekitar perlintasan rel ka di sekitar stasiun caruban, kecamatan mejayan, kabupaten madiun.

"yang kami temukan memang orang meninggal, tetapi di tkp hanya tubuh korban.
kepala korbanditemukan di sekitar caruban," imbuhnya.

sementara itu, mengenai identitas ka yang menabrak korban, kapolsek mengaku belum mengetahuinya.
"kami belum tahu ka apa yang menabrak korban," paparnya.

sedangkan kondisi perlintas ka di desa klagen serut, kecamatan jiwan yang tidak dilengkapi palang pintu, kata kapolsek bukan menjadi ukuran kondisi berbahaya bagi pengguna jalan itu.

"di lapangan memang tanpa palang pintu, tetapi orang yang hendak menyebrang kan masih bisa lihat kiri dan kanan sebelum menyeberang perlintasan ka tanpa palang pintu itu," pungkasnya.



terkait    #tukang pijat, kepala

penulis: sudarmawan

editor: heru pramono






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.