| Tim Peneliti BPCB Trowulan Memastikan Arca Penjaga Candi |
surya online, ponorogo - tim peneliti balai pelestarian cagar budaya (bpcb) trowulan memastikan jika arca yang ditemukan di halaman smp negeri 1 kauman, kabupaten ponorogo merupakan arca raksasa penjaga pintu candi.
kepastian itu, membantah dugaan arca merupakan bethari durga (dewi durga) sesuai dugaan para pemerhati benda cagar budaya kemarin.
kepastian itu, usai tim peneliti bpcb trowulan melaksanakan penelitian sementara dan identifikasi arca yang sudah diamankan di kantor dinas kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olahrga (disbudparpora) pemkab ponorogo di jl pramuka, kota ponorogo.
"setelah diidentifikasi arca ini memiliki tinggi (panjang) 70 sentimeter, lebar 40 sentimeter dan ketebalan 17 sentimeter.
arca terbuat dari jenis batu andhesit breksi karena banyak kandungan pasir.
arca ini berkembang di jaman majapahit akhir di abad 13 sampai 14.
jadi bukan arca jaman mataram hindu," terang arkeolog bpcb trowulan, danang wahyu utomo kepada surya online, sabtu (22/2/2014) usai identifikasi arca.
selain itu, danang menyimpulkan jika arca yang ditemukan di halaman smp negeri 1 kauman, rt 01, rw 01, dusun candi, desa nongkodono, kecamatan kauman tersebut bukan arca bethari durga (dewi durga) seperti dugaan para pemerhati budaya kemarin.
menurutnya arca itu merupakan arca penjaga.
biasanya arca penjaga berada di depan pintu gerbang candi.
sedangkan wujud dan bentuknya biasanya adalah berbentuk raksasa.
"karena ditemukan di sisi barat (pintu candi) maka dipastikan arca ini adalah arca penjaga.
arca penjaga wujudnya adalah raksasa.
bentuk muka arca ini sudah rusak termakan usia, maka sulit dikenali bentuknya raksasa atau bukan.
tetapi dikuatkan adanya ciri khusus dari arca penjaga yaitu tangan di dada dan dikuatkan lagi adanya selendang di pinggang menjadi ciri khas dari arca penjaga.
jadi meski arca bentuknya sulit dikenali tetapi tangan di dada dan ada selendang di pinggang jelas arca penjaga," paparnya.
sedangkan mengenai posisi duduk atau berdiri arca itu juga belum jelas karena termakan usia itu.
selain itu mengenai angka tahun pembuatan arca dan candi diduga hilang karena termakan usia.
"masalahnya candi maupun arca ini tidak ditemukan angka tahun pembuatannya.
dugaan kami angka tahun pembuatan candi dan arca sudah rusak serta hilang karena memang sudah aus (rusak termakan usia)," ungkapnya.
sementara itu, danang mengungkapkan arca yang ditemukan di desa nongkodono, kecamatan kauman itu banyak ditemukan di wilayah eks karesidenan lainnya.
diantaranya ditemukan di wilayah kecamatan dagangan, kabupaten madiun dan seputar lereng gunung lawu yang masih banyak candi di sekitar lereng lawu itu.
"kami pastikan dan simpulkan baik candi maupun arca merupakan bangunan masa kejayaan majapahit terakhir pada abad 13 sampai 14, bukan abad ke 10 mataram hindu," pungkasnya.
terkait    #bpcb trowulan, arca penjaga candi
baca juga
diteliti, pecahan prasasti buatan empu sendok
penulis: sudarmawan
editor: heru pramono
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.