Halaman

Senin, 17 Februari 2014

Ratusan Pengungsi Kelud di Jombang Pulang Paksa




Ratusan Pengungsi Kelud di Jombang Pulang Paksa
Ratusan Pengungsi Kelud di Jombang Pulang Paksa






surya online, jombang - ratusan pengungsi erupsi kelud meninggalkan secara paksa dari dua tempat penampungan sementara di jombang, untuk kembali ke rumah masing-masing.
dua lokasi pengungsian itu gedung serbaguna desa/kecamatan ngoro dan smp negeri ngoro.
      "sejak sabtu (15/2/2014) sore, mereka berangsur-angsur 'mbolos' dari pengungsian hingga tadi pagi sekitar pukul 10.
00 wib sudah habis," kata yulita purwaningsih, taruna siaga bencana (tagana) di gedung serbaguna, desa /kecamatan ngoro, jombang, senin (17/2/2014).
      para pengungsi itu semuanya warga kecamatan pucung dan kecamatan puncu, kabupaten kediri.
mereka mulai berada di pengungsian gedung serbaguna ngoro saat terjadi erupsi kelud, kamis (13/2/2017) malam, dengan menggunakan berbagai kendaraan milik mereka.
      saat itu, jumlah pengungsi mencapai 139 warga.
namun sabtu (15/2/2014) hampir separo dari seluruh jumlah itu meninggalkan lokasi untuk menengok kampung halamannya.
sebagian dari mereka balik lagi ke pengungsian, hingga di pengungsian jumlahnya total 111 warga.
      hari minggu (16/2/2014) siang, para pengungsi juga banyak yang meninggalkan lokasi, hingga jumlahnya pada senin (17/2/2014) dinihari tinggal 53 orang pengungsi.
tapi yang tersisa itu kemudian juga meninggalkan lokasi pada pukul 10.
00 wib.
“tidak tahu apakah mereka nanti sore kembali ke pengungsian atau tidak.
yang jelas barang-barang sudah dibawa semua.
sudah kami sarankan agar laki-lakinya saja yang pulang dulu, tapi mereka bersikeras pulang semua,” kata yulita.
      menurutnya, pengungsi beralasan mereka meninggalkan tempat pengungsian karena ingin membersihkan rumah yang penuh debu vulkanik kelud, sekaligus memperbaiki bagian rumah yang rusak.
“mereka juga beralasan memberi makanan ternak yang ditinggalkan,” imbuh yulita.
      di smpn ngoro, dari jumlah pengungsi yang sebelumnya 196 orang, kini yang masih bertahan tinggal 171 orang.
mereka menempati tiga ruang kelas, dan sebagian besar pengungsi orang tua, perempuan dan anak-anak.
     “kami memilih bertahan di sini dulu, karena belum ada jaminan di kampung halaman sudah aman.
toh di sini kebutuhan makan-minum dijamin,” kata sukiran (65) warga siman, kecamatan kepung, kabupaten kediri.





berita terkait: kelud meletus



abu vulkanik kembali beterbangan di pare


akan dibangun bilik asmara di pengungsian


pengungsi bertambah 60 ribu orang dalam empat hari


pengungsi malang sudah pulang dari blitar


pgn siapkan genteng dan material untuk perbaikan rumah rusak





penulis: sutono

editor: heru pramono






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.