surya online, gresik - upaya mediasi dipimpin camat driyorejo untuk menyelesaikan permintaan warga desa krikilan, kecamatan driyorejo, agar ud karya luhur ditutup selamanya, tidak membuahkan hasil.
hal ini terlihat pihak ud karya luhur tetap ngotot agar bisa kembali berproduksi, kamis (20/2/2014).
perwakilan warga, hendrik rusdianto, mengatakan warga tidak menghendaki adanya perusahan yang menjual air bersih tanpa izin tetangga sekitar.
sebab, secara langsung berdampak pada kerusakan bangunan rumah, kebisingan, dan kerusakan jalan.
"jalan banyak yang rusak, warga sering terganggu dengan suara mesin pompa, karena operasi 24 jam," kata hendrik dalam forum mediasi dengan camat, dan pengacara ud karya luhur.
hendrik menyebutan, warga sekitar mempermasalahkan izin usaha penjualan air bersih, sebab selama ini perusahaan itu mengambil air dari kali krikilan yang mengalir ke kali surabaya.
"perizinannya juga tidak melewati warga.
seharusnya izin ho-kan harus melewati warga.
sekarang izin itu saya pertanyakan," katanya.
"dulu izinnya untuk pencucian polowijo, tahu-tahu ada pompa.
dulu pompanya kecil, sekarang pompanya besar.
mobilnya juga besar-besar.
bunyi pompa sangat mengganggu sekali," imbuhnya hendrik.
warga sudah berkali-kali meminta mediasi tapi tidak pernah menemukan tititk temu.
"harapan warga supaya perusahaan mengerti.
sepertinya warga menghendaki tidak ada perusaahan ini.
sudah harga mati, warga tidak menghendaki perusahaan di sini," tegas hendrik rusdianto disaksikan warga sekitar .
pengacara ud karya luhur, supri, mengatakan bahwa izin yang dikantongi ud karya luhur lengkap.
"perusahaan ini sudah berdiri lama, semua izin-izin lengkap.
kalau tidak punya izin, pasti tidak berani produksi," kata supri.
menurutnya terkait gangguan dan kebisiangan yang dirasakan warga sekitar hal itu mengada-ada.
"izin-izin sudah ada.
masalah gangguan itu relatif, seperti jalan raya ini, truk-truk setiap hari lewat jalan raya, ini juga bising.
kalau ada kebisingan kita siap datangkan yang bersangkutan," tegas supri.
sedang camat driyorejo haris irianto yang membuka mediasi tersebut kembali menyerahkan persoalan kepada warga dan perusahaan.
"silahkan untuk berembuk (bermediasi), untuk mencari jalan penyelesaian secara baik-baik," ujarnya.
manajemen ud karya luhur akhirnya meminta mediasi dilanjutkan di kantor desa.
warga tetap ngotot agar perusahaan penjual air bersih ditutup selamanya.
warga tidak mau membuka portal berupa tanah uruk yang dibuang di depan pintu gerbang ud karya luhur.
sebelumnya, warga juga sempat diteror dengan preman-preman agar tidak unjuk rasa.
penulis: sugiyono
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.