| Malang dan Banyuwangi, Paling Banyak Ajukan Dispensasi Nikah |
surya online, surabaya - melongok tahun-tahun sebelumnya, dalam setahun permohonan menikah usia dini bisa tembus ribuan.
tahun 2013 lalu misalnya, angkanya mencapai 3.
992 permohonan.
kabupaten malang, banyuwangi, dan blitar menempati tiga besar daerah yang paling banyak mengajukan permohonan dispensasi nikah.
di kabupaten malang, sepanjang periode itu, jumlah pengajuan tercatat 370 permohonan.
sementara di banyuwangi dan blitar, masing-masing sebanyak 359 dan 280 permohonan.
“kabupaten malang paling banyak karena wilayahnya memang luas,” ujar syaifuddin latief, wakil panitera pengadilan tinggi agama surabaya.
surabaya berada di peringkat keenam setelah tulungagung dan bojonegoro.
jumlah permohonan di surabaya, pada 2013 sebanyak 209 permohonan.
sementara di tulungagung dan bojonegoro, masing-masing 267 dan 236 permohonan.
menanggapi tingginya angka nikah di bawah umur ini, ketua fatayat nu jawa timur, hikmah bafaqih mengaku prihatin.
apalagi selama ini, sebagian besar penyebab dilakukannya pernikahan dini adalah faktor “kecelakaan”.
“sebagian besar memang married by accident atau karena hamil lebih dulu,” kata hikmah.
hikmah bafaqih menyebut, berdasarkan pendampingan yang dilakukannya, kehamilan remaja dan pelajar itu, 60 persen terjadi karena kekerasan seksual.
“dari 60 persen itu, sebagian besar dilakukan orang dewasa.
sisanya dilakukan pelaku seumuran dengan korban.
meskipun ada yang dilakukan secara suka sama suka, namun menurut uu perlindungan anak, tidak ada istilah suka sama suka.
baik dilakukan secara paksa maupun tidak, anak-anak tetaplah sebagai korban,” jelas hikmah yang juga ketua harian pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (p2tp2a) kabupaten malang tersebut.
(ben/fai/idl)
terkait    #hamil   #ujian nasional
berita terkait: liputan khusus siswi hamil ingin unas
dispensasi menikah di usia dini
tujuh siswi hamil diusir dari kelas
tetap belajar dan rutin periksa kehamilan ke bidan
bingung dan kalut, siswi ini sempat ingin lakukan aborsi
akibat kita lalai dan acuh
editor: titis jati permata
sumber: surya cetak
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.