Halaman

Rabu, 19 Februari 2014

Kerugian Sapi Perah Rp 13,4 Miliar/Hari









surya online, surabaya - dinas peternakan jatim mencatat, kerugian sentra produksi susu sapi di kediri dan malang, akibat erupsi gunung kelud mencapai rp 13,4 miliar per hari.
data dinas peternakan jatim mencatat estimasi kerugian itu, untuk pujon malang dengan jumlah sapi 22.
444 ekor dan produksi 100 ribu liter potensi kerugian bisa rp 4 miliar dengan asumsi harga susu rp 4 ribu/liter.
di ngantang dengan 14.
348 ekor sapi, produksi susu 60 ribu liter, potensi rugi rp 2,4 miliar.
kasembon malang dengan 4.
810 ekor sapi dan produksi 24 ribu liter, potensi kerugian rp 960 juta.
jika dihitung dengan potensi kerugian dari hijauan makan ternak di tiga sentra produksi susu di kabupaten malang itu, total estimasi kerugian mencapai rp 11,1 miliar.
sementara estimasi kerugian untuk sentra produksi susu di kediri mencapai rp 2,3 miliar, didasarkan pada perhitungan produksi susu harian dan hijauan makan ternak yang dibutuhkan.
jika diuraikan, di plosoklaten kediri yang terdapat 2.
025 ekor sapi dan produksi susu 10 ribu liter, potensi rugi rp 400 juta.
puncu kediri, 1.
261 ekor sapi, produksi 6.
000 liter, potensi kerugian rp 240 juta.
kepung kediri dengan 197 ekor sapi dan produksi 1.
000 liter potensi kerugian rp 40 juta.
ngancar kediri dengan 4.
593 ekor sapi dan produksi 24 ribu liter potensi kerugian rp 960 juta.
ketua gabungan koperasi susu indonesia (gksi) jatim, sulistiyanto menilai potensi kerugian dipastikan bisa lebih kecil dari perhitungan di atas mengingat produksi susu pada selasa (18/2/2014) sudah mencapai 60 persen dari kondisi normal.
  "hijauan makan ternak sudah bisa didapat kembali karena sudah turun hujan, mudah-mudahan kondisi bisa terus membaik dan sapi tidak jadi stres," kata sulistyanto, selasa (18/2/2014).




berita terkait: kelud meletus



dilalui lahar jembatan kandangan geser


inilah wajah baru gunung kelud


polisi bantah motor dan truk hanyut


cctv rekam foto terbaru kelud


kantor pos minta pelanggan maklum bencana





penulis: dyan rekohadi

editor: adi agus santoso






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.