Halaman

Rabu, 19 Februari 2014

Keluarga Korban Minta Pelaku dan Perhutani Bertanggung Jawab




Keluarga Korban Minta Pelaku dan Perhutani Bertanggung Jawab
Keluarga Korban Minta Pelaku dan Perhutani Bertanggung Jawab






surya online, ngawi  - keluarga korban penembakan, lasdi guno (53) warga desa sumberbening, kecamatan bringin, kabupaten ngawi mendesak tim penyidik satuan reskrim polres ngawi melaksanakan penyelidikan secara transparan dan sampai tuntas terhadap akp s yang diduga menembak korban saat di hutan jati rayon pemangku hutan (rph) bringin, kesatuan pemangku hutan (kph) saradan, desa/kecamatan bringin, selasa (18/2/2014) malam.
selain itu, meminta oknum polisi penembak korban bertanggung jawab atas nasib keluarga korban.
apalagi, ketiga anak korban masih tergolong membutuhkan biaya sekolah.
"kami menuntut proses hukum diselidiki secara transparan dan sampai tuntas.
kami juga minta pelaku penembakan bertanggungjawab terhadap keluarga korban karena 3 anak korban masih kecil-kecil (sekolah).
untuk yang terakhir masih duduk dibangku kelas 5 sd serta perhutani harus bertanggung jawab," terang salah seoang kerabat korban, kartiyono kepada surya, rabu (19/2/2014) usai pemakaman korban.
selain itu, kartiyono mengungkapkan jika sesuai pemakaman korban, anggota keluarga dan warga desa lainnya langsung menuju kantor desa untuk menyampaikan aspirasi dan unek-uneknya kepada kapolres ngawi.
akan tetapi, upaya itu diredah kepala desa sumberbening dan para perangkatnya.
"akhirnya perwakilan kades, kasun serta tokoh masyarakat yang mewakili untuk mendapatkan kejelasan informasi itu ke polres ngawi.
karena sementara ini informasinya masih simpangsiur.
kami ingin tahu kebenarannya termasuk polhutmob yang menembak korban sudah menyerahkan diri ke polres ngawi apa belum.
kami harus tahu siapa penembaknya," ungkapnya.
sedangkan cerita yang diterima keluarga, kata kartiyono saat itu korban bersama 4 orang berpapasan dengan pertugas perhutani.
karena ketakutan, 3 orang melarikan diri dan korban masih berada di lokasi pertemuan itu hingga menjadi korban penembakan itu.
"dia (korban) hanya tangan kosong.
kami tak tahu persisnya, tetapi informasi warga yang tahu ada 4 kali penembakan.
selanjutnya, korban terjatuh dan dibiarkan di lokasi kejadian.
mendapatkan informasi satu orang terkena tembakan dan ditinggal, akhirnya warga mencari korban dan menemukannya malam itu," pungkasnya.
 diberitakan sebelumnya, seorang warga yang diduga mencuri kayu, lasdi guno (53) warga desa sumberbening, kecamatan bringin, kabupaten ngawi terbujur kaku di hutan jati rayon pemangku hutan (rph) bringin, kesatuan pemangku hutan (kph) saradan, selasa (18/2/2014) malam.
di hutan yang masuk desa/kecamatan bringin itu, korban penembakan berusaha melarikan diri saat tepergok petugas yang berpatroli mencuri kayu di hutan itu bersama 3 rekannya.
namun, saat ketiga rekannya berhasil melarikan diri, korban menjadi pencuri kayu yang kabur paling belakang.
akibatnya, saat berusaha melarikan diri itu, korban langsung tertembak peluru petugas dan mengenai punggung korban hingga tewas dalam kondisi tertelungkup dan masih membawa bekas botol air mineral di pinggang kirinya.
saat tepergok petugas itu, korban sudah berusaha meninggalkan kayu jati dan sengon hasil curiannya.
bahkan motornya juga ditinggal.
namun, apes karena lari paling belakang korban tertembak pistol revolver petugas di hutan yang berjarak 300 meter dari jalan di tengah hutan itu.




penulis: sudarmawan

editor: heru pramono






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.