Halaman

Jumat, 21 Februari 2014

Kakak Adik Kompak Bangun Bisnis Jersey




Kakak Adik Kompak Bangun Bisnis Jersey
Kakak Adik Kompak Bangun Bisnis Jersey






surya online, malang - kegiatan dua bersaudara, kharisma christianto (23) dan febrilian dani (19), warga perumahan bumi mondoroko singosari, kabupaten malang ini patut dicontoh, mereka bahu membahu mengembangkan bisnis fashion, khususnya jersey sepakbola di rumah orangtuanya.
"saya bagian produksinya, adik saya, dani lebih suka ke marketing dan belanja bahan-bahan untuk jersey," cerita kharisma kepada surya online di rumahnya, jumat (21/2/2014).
kharisma memberi label jerseynya noij, bahasa walikan malang yang artinya jion, panggilan namanya.
dengan nama noij terkesan keren dan menyasar segmen pasar menengah atas.
"kalau sama adik, gampang jalannya.
sudah ada chemistry, sudah saling mengerti meski kadang komunikasinya hanya lewat bbm saja," tutur mahasiswa fakultas ekonomi bisnis (feb), universitas brawijaya malang ini.
meski dengan adik sendiri, bisnis dijalankan serius apalagi dari usaha itu mereka sudah memiliki 15 karyawan yang terdiri dari penjahit, penjaga toko, tukang sablon dan office boy.
sebulan omzetnya bisa sekitar rp 100 juta dengan menjual 800 potong jersey.
dani yang juga mahasiswa feb ub menyatakan, mengembangkan usaha bersama sang kakak karena ia sangat tertarik dunia marketing.
"saya senang bergaul, ketemu orang," jawab dani.
maka dani rajin mempromosikan ke website, media sosial juga dari mulut ke mulut, selain membantu mengontrol produksi jika kakaknya sedang kuliah.
"gantian yang menjaga produksi," papar dani.
awal menggeluti football fashion justru dari bisnis kharisma sebagai reseller jersey import pada 2010, disitu dirinya merasa tidak berkembang sebab ia yang gemar desain akhirnya hanya mentok menjual produk saja.
karena itu ia mulai memproduksi sendiri sejak tahun lalu dan jersey import dihentikan.
"kalaupun ada di toko, ini menghabiskan sisa stok saja," ujarnya.
untuk bahan jersey buatannya, selain ada bahan yang diimpor dari china, juga ada dari bandung.
"sekarang senang bisa berkreasi sendiri dengan desain saya," aku putra pertama pasangan suroto-sukristin ini.
pilihan menekuni football fashion karena sejak kecil ia suka dibelikan jersey sepakbola.
"saya juga suka jualan pas kecil dulu seperti menjual layangan.
ayah yang beli, saya yang menjualkan, he.
.
he," kenang penggemar arsenal ini.
untuk desain, ia gemar browsing, dalam sebulan setidaknya ia harus punya lima ide.
"kadang idenya saya dapat pas duduk-duduk di balkon, pas main ps atau lagi nyanyi-nyanyi," ceritanya.
karena sudah diseriusi, meski untuk desain kadang tergantung mood, kharisma berusaha konsisten.
kakak beradik ini merasa dukungan orangtuanya luar biasa karena membebaskan anak-anaknya menemukan masa depannya.
"orangtua saya gak pernah menuntut anak-anak harus jadi apa.
doa orangtua yang tulus juga mendukung usaha ini," kata jion yang pernah kuliah di stt telkom bandung sebelum memutuskan kuliah di ub malang.
untuk modal usaha, antara lain didapat dari tabungan ketika menjadi reseller.
selain jersey, mereka kini juga fokus pembuatan kaos untuk mahasiswa yang bertema, misalnya diberi tulisan menentang tapi diharapkan menjadi pendorong positif.
misalkan tulisan "ipk bukan penentu nasib, salah jurusan, belum tentu salah masa depan" dll.
khusus kaos mahasiswa baru dimulai november 2013 dengan harga antara rp 85.
000-rp 100.
000 per potong, sedang untuk jersey dijual antara rp 125.
000 hingga rp 175.
000 per potong tergantung desain.
dari usahanya, kharisma pun sudah mampu membeli mobil sendiri.



terkait    #kakak adik, kompak, bangun, bisnis, jersey

baca juga



jogglo dilirik pebisnis online


olah susu etawa menjadi hand body lotion


tiap tahun ada permintaan produk lokal


baru dibangun, gorong-gorong sudah jebol


pasutri kompak mencuri di matahari





penulis: sylvianita widyawati

editor: wahjoe harjanto






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.