| Angin Kencang, Udang Vanamie di Tambak Banyak yang Mati |
surya online, lamongan - angin kencang yang muncul sejak januari dirasakan petambak lamongan sangat berpengaruh dengan populasi ikan yang ditebar di tambak karena banyak udang vanamie yang mati.
bahkan petambak mengaku merugi karena hasil panen tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
"anginnya kencang dan mendasar.
banyak udang yang mati,"ungkap khoironah petambak warga glagah kepada surya, minggu (2/2/2014).
berbagai upaya telah dilakukan petambak untuk mengurangi tingkat matinya udang vanamie, tapi tidak berhasil.
dipastikan banyak udang yang mati karena faktor cuaca.
selain itu, udang juga pertumbuhannya lambat dan kerdil.
"gak mentolo cilike, padahal umurnya sudah waktunya panen,"kata waras (40) warga glomo kecamatan deket.
terungkap, rata - rata benih dalam satu rean (5.
500 ekor) yang ditebar ke tambak hasil panennya, ada 6 kg, 10 kg dan tertinggi 20 kg.
para petambak mengaku bingung menghadapi kenyataan ini.
dan ini dirasakan oleh hampir semua petambak.
kalaupun ada yang beruntung, jumlahnya sangat sedikit.
"pokoknya petambak musim tanam awal ini hancur.
sedikit jumlahnya yang berhasil,"kata waras.
padahal sebagian diantaranya, saat tebar benih ikan ada dari biaya hutang.
hutangnya ada yang berupa uang dan juga hutang bibit.
dan dibayar waktu panen.
sejak beberapa tahun terakhir petambak di lamongan banyak yang beralih ke udang vanamie.
sementara bandeng, tombro dan putihan hanya sebagai pelengkap.
saat panen tiga jenis ikan itu hasilnya bisa dipakai untuk tambahan biaya.
problem petambak ini hanya dihadapi dengan merekayasa pengelolaan lahan, termasuk menaburkan garam dan batu dolomit.
para petambak berharap keajaiban dari tuhan terkait kesulitan yang dihadapinya.
matinya udang di tambak sulit diambil, karena biasanya habis dimakan ikan lainnya.
ikan yang kerdil berpengaruh dengan harga di pasaran.
" kalau vanamienya kecil kecil, harganya juga hancur,"tambah fuad.
terkait    #petani, udang vanamie
baca juga
berdayakan petani tanam jeruk keprok 55
petani mogok kirim tebu
disperta anggap tanaman melon kerdil karena kedinginan
curah hujan tinggi, ratusan petani melon ponorogo merugi
seekor beruang terkam warga hingga terluka
penulis: hanif manshuri
editor: heru pramono
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.