Halaman

Jumat, 24 Januari 2014

Optimalkan Seniman dan Kelompok Kesenian Untuk Cari Siswa




Optimalkan Seniman dan Kelompok Kesenian Untuk Cari Siswa
Optimalkan Seniman dan Kelompok Kesenian Untuk Cari Siswa






surya online, surabaya - sejumlah cara dilakukan djoko pratmodjo, kepala smkn 12 surabaya untuk mencari siswa ke luar kota.
di antaranya promosi lewat kalender yang berisi kegiatan sekolahnya.
kalender itu mereka pasang di berbagai instansi publik di jatim.
tidak lupa dia juga meminta murid-muridnya dari luar kota agar ikut memasang kalender di tempat tinggalnya.
  “jadi lebih irit biaya.
kalau tidak disiasati begini kami  kedodoran,” tegasnya.
cara lainnya, djoko mengoptimalkan seniman dan kelompok kesenian di berbagai kota/kabupaten.
djoko memobilisasi mereka agar bersedia mengirim anak atau kerabatnya untuk menekuni seni di smkn yang dipimpinnya .
“cara ini direspons positif para seniman daerah,” tuturnya.
dia lalu menunjukkan bukti siswa-siswa kiriman  pemerintah kabupaten/kotanya merupakan hasil rekomendasi para seniman.
djoko optimistis, jurusan kesenian tradional akan tetap laku.
artinya, bibit-bibit seniman rakyat akan terus tumbuh.
apalagi, perguruan tinggi yang membuka kelas seni juga  bertambah.
“orang tua saat ini sudah melek.
dari kesenian, anak-anak mereka bisa kok hidup.
selama ada ketekunan, mereka bisa mengandalkan kesenian sebagai profesi,” kata djoko.
pola pembelajaran di smkn 12 juga tidak jauh berbeda dengan sekolah konvensional lain.
  di luar pelajaran kesenian, mereka juga diberikan pelajaran umum.
tentu saja, porsi pelajaran kesenian lebih besar, mencapai 60 persen.
sisanya, 40 persen untuk pelajaran umum.
djoko menjamin, lulusan smkn 12 memiliki kemampuan akademis yang komplet.
baik urusan kesenian, maupun keilmuan umum lainnya.
djoko menambahkan, sekolah memiliki grup ludruk.
  isinya, campuran  siswa dari kelas karawitan, tari dan siswa kelas  teater.
  “gabungan siswa ini bisa jadi grup ludruk remaja yang bagus.
sudah beberapa kali  tampil di acara-acara yang diadakan pemkot surabaya.
penampilan grup ini diakui djoko levelnya sudah tingkat jawa timur.
kemampuan bermain sangat baik karena berlatih setiap hari.
“yang perlu  polesan adalah kemampuan menjadi sutradara dan kefasihan bicara suroboyoan,” katanya.
namun, djoko mengakui peralatan yang dimilikinya sangat minim.
harusnya, dengan jumlah siswa kesenian daerah yang mencapai 1.
000  orang, seharusnya mereka punya delapan set gamelan.
kenyataannya mereka hanya punya enam set.
begitu juga dengan gedung pertunjukkan di sekolahnyayang sudah tidak memadai.
“saya sudah ajukan anggaran ke pemerintah, namun belum direalisasi,” pungkasnya.
  (idl)


terkait    #kesenian rakyat

berita terkait: liputan khusus seni rakyat sekarat



kelas dalang cuma punya lima siswa


sedih lihat mahkota wayang dibanting komedian


sanggar putra taman hira berupaya lestarikan kesenian rakyat


seni tradisional bukan hanya urusan komunitas tertentu


perlu modifikasi dan asimilasi






editor: titis jati permata

sumber: surya cetak






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.