| Optimalkan Seniman dan Kelompok Kesenian Untuk Cari Siswa |
surya online, surabaya - sejumlah cara dilakukan djoko pratmodjo, kepala smkn 12 surabaya untuk mencari siswa ke luar kota.
di antaranya promosi lewat kalender yang berisi kegiatan sekolahnya.
kalender itu mereka pasang di berbagai instansi publik di jatim.
tidak lupa dia juga meminta murid-muridnya dari luar kota agar ikut memasang kalender di tempat tinggalnya.
“jadi lebih irit biaya.
kalau tidak disiasati begini kami kedodoran,” tegasnya.
cara lainnya, djoko mengoptimalkan seniman dan kelompok kesenian di berbagai kota/kabupaten.
djoko memobilisasi mereka agar bersedia mengirim anak atau kerabatnya untuk menekuni seni di smkn yang dipimpinnya .
“cara ini direspons positif para seniman daerah,” tuturnya.
dia lalu menunjukkan bukti siswa-siswa kiriman pemerintah kabupaten/kotanya merupakan hasil rekomendasi para seniman.
djoko optimistis, jurusan kesenian tradional akan tetap laku.
artinya, bibit-bibit seniman rakyat akan terus tumbuh.
apalagi, perguruan tinggi yang membuka kelas seni juga bertambah.
“orang tua saat ini sudah melek.
dari kesenian, anak-anak mereka bisa kok hidup.
selama ada ketekunan, mereka bisa mengandalkan kesenian sebagai profesi,” kata djoko.
pola pembelajaran di smkn 12 juga tidak jauh berbeda dengan sekolah konvensional lain.
di luar pelajaran kesenian, mereka juga diberikan pelajaran umum.
tentu saja, porsi pelajaran kesenian lebih besar, mencapai 60 persen.
sisanya, 40 persen untuk pelajaran umum.
djoko menjamin, lulusan smkn 12 memiliki kemampuan akademis yang komplet.
baik urusan kesenian, maupun keilmuan umum lainnya.
djoko menambahkan, sekolah memiliki grup ludruk.
isinya, campuran siswa dari kelas karawitan, tari dan siswa kelas teater.
“gabungan siswa ini bisa jadi grup ludruk remaja yang bagus.
sudah beberapa kali tampil di acara-acara yang diadakan pemkot surabaya.
penampilan grup ini diakui djoko levelnya sudah tingkat jawa timur.
kemampuan bermain sangat baik karena berlatih setiap hari.
“yang perlu polesan adalah kemampuan menjadi sutradara dan kefasihan bicara suroboyoan,” katanya.
namun, djoko mengakui peralatan yang dimilikinya sangat minim.
harusnya, dengan jumlah siswa kesenian daerah yang mencapai 1.
000 orang, seharusnya mereka punya delapan set gamelan.
kenyataannya mereka hanya punya enam set.
begitu juga dengan gedung pertunjukkan di sekolahnyayang sudah tidak memadai.
“saya sudah ajukan anggaran ke pemerintah, namun belum direalisasi,” pungkasnya.
(idl)
terkait    #kesenian rakyat
berita terkait: liputan khusus seni rakyat sekarat
kelas dalang cuma punya lima siswa
sedih lihat mahkota wayang dibanting komedian
sanggar putra taman hira berupaya lestarikan kesenian rakyat
seni tradisional bukan hanya urusan komunitas tertentu
perlu modifikasi dan asimilasi
editor: titis jati permata
sumber: surya cetak
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.